Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR semua aliran sungai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami sedimentasi (pendangkalan). Namun, proses normalisasi belum bisa dilakukan karena membutuhkan anggaran cukup besar.
"Kalau dari pengamatan, hampir semua sungai di Cianjur mengalami pendangkalan. Kondisi ini karena limpasan sampah dari daerah hulu," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur, Wiguno Prihantono, kepada Media Indonesia, Senin (18/11/2019).
Normalisasi sungai penting dilakukan mengingat prakiraan saat ini sudah memasuki musim hujan. Namun, kata Wiguno, kewenangan menormalisasi aliran sungai berada di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
"Kita (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) tidak punya anggaran untuk itu (normalisasi). Anggarannya cukup besar," tuturnya.
Wiguno menyebutkan, hingga saat ini kondisi debit air di aliran irigasi di Cianjur masih belum normal. Debitnya masih kurang karena curah hujan belum turun secara normal.
Selama kemarau, debit air di 70 titik jaringan irigasi di Kabupaten Cianjur, rata-rata menyusut hampir 30%. Bahkan ada sebagian di antaranya yang sudah kering sama sekali.
"Hasil pantauan kami di lapangan, rata-rata secara akumulasi, debit air di aliran-aliran sungai sudah turun hampir 30%," tutur dia.
Ia mencontohkan irigasi aliran Sungai Cihea. Dalam kondisi normal, debit air di Sungai Cihea di kisaran 17 ribu liter per detik. Selama kemarau, debit airnya turun drastis menjadi sekitar 4 ribu liter per detik.
"Kondisi serupa terjadi di aliran Sungai Leuwi Bokor di Kecamatan Cikalongkulon. Dalam kondisi normal debit airnya di kisaran 15 ribu liter per detik. Sekarang turun jadi 1.800 liter per detik. Tapi ada juga yang masih bagus debitnya. Seperti di Sungai Cijedil. Masih cukup normal," jelasnya.
Jaringan irigasi di aliran-aliran sungai di Kabupaten Cianjur terbagi ke dalam tujuh wilayah pengelolaan. Di Balai Wilayah I Cianjur Kota terdapat 20 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah II Cibeber terdapat 14 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah III Ciranjang terdapat 4 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah IV Cikalongkulon terdapat 15 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah V Sukanagara terdapat 5 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah VI Pagelaran terdapat 8 titik jaringan irigasi, dan Balai Wilayah VII Cidaun terdapat 4 titik jaringan irigasi.
baca juga: Kutukan itu masih Ada
Jaringan-jaringan irigasi itu berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur.
"Dalam kondisi normal, debit air dari irigasi yang kami kelola bisa mengaliri sekitar 37 ribu lebih hektare lahan sawah di seluruh Kabupaten Cianjur," tandasnya. (OL-3)
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved