Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pengerjaan double track (jalur ganda) rel kereta api jalur Bogor-Sukabumi di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat longsor, Sabtu (16/11).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di saat proses pengerjaan sedang berjalan. Akibatnya, longsor menimpa sejumlah pekerja.
Lokasi kejadian tepatnya di KM 19/900, di Kampung Cigombong, RT 02 RW 07, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong.
Camat Cigombong Basrowi menyebutkan, ada lima pekerja yang menjadi korban. Dua orang diantaranya meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan.
"Korban luka ringan saat ini sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Cigombong. Untuk korban luka berat dan meninggal dibawa ke RSUD Ciawi,"ungkap Basrowi.
Dia mengatakan,npara korban seluruhnya pekerja proyek, karena di sekitar proyek kini sudah ridak ada lagi warga.
Berdasarkan keterangan Muslih,45, saksi warga, sekitar pukul 07.00 wib, ada delapan orang pekerja melakukan -rettinig wall- di tebingan dengan ketinggian 9 meter.
Tiba- tiba tanah tebingan longsor. Empat orang pekerja bisa menyelamatkan diri ari kejadia tersebut dengan berlari. Tapi empat orang pekerja lainya tertimbun.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan dua alat berat eskavator.
Kelima pekerja yang jadi korban teridentifikasi sebagai warga Jawa Tengah. Untuk dua korban meninggal yakni Muhamad Hanapi,30, warga Kampung Dukuh Sinawa, RT 1/3, Desa Kronger Kecamatan Grati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan Tri Wisnu Mukti,34, Kampung Dukuh Sinawa, RT 2/3 Desa Kronger, Kecamatan Grati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Baca juga: Tahun Depan, Pemkot Bogor Tolak Zonasi PPDB SMA
Sedangkan untuk korban selamat tapi mengalami luka-luka yakni Sarpin/Kiswanto, 30, warga Kampung Dukuh Sinawa, RT 1/10, Desa Kronger, Kecamatan Grati, Kabupaten Grobogan, Sukardi, 44, dan Parjo,47, asal sama. (X-15)
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved