Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAIRAN Selat Nasik Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung (Babel) disinyalir sebagai lintasan baru jaringan narkoba internasional ke wilayah Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Direktur Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Mirzal Alwi mengatakan lintasan baru ini berdasarkan pembuktian yang dilakukan BNN saat menangkap para pengedar narkoba jaringan internasional yang diamankan di Jakarta belum lama ini.
"Kalau saya tidak salah terakhir itu, BNN menggagalkan peredaran sabu sebesar 45 kg. Pelaku menggunakan kapal pesiar melintasi perairan Selat Nasik dan sempat sandar di Pulau Belitung," kata Mirzal Alwi, Rabu (30/10).
Dengan temuan itu pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas, khususnya kapal pesiar.
"Kita akan mempersempit gerak para pelaku ini. Kita akan awasi setiap kapal yang melintasi perairan Selat Nasik," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas, khususnya kapal pesiar.
"Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas khususnya kapal pesiar.
"Kita akan persempit gerak para pelaku ini. Kita akan awasi setiap kapal yang melintasi perairan Selat Nasik," tegasnya.
Sementara, Wakapolda Babel, Kombes Slamet Hadi mengatakan untuk mengantisipasi perlintasan jaringan narkoba internasional yang disinyalir melalui peraian Selat Nasik ini, harus ada kerja sama Bea Cukai, KSOP dan BNNP.
baca juga: Bursa Tenaga Kerja Klaten Tawarkan 11.912 Lowongan Pekerjaan
"Kerja sama akan memberikan gambaran untuk monitor perjalanan mereka baik perorang maupun dengan kapal terdeteksi oleh dirnarkoba dan jajarannya," kata Wakapolda.
Lebih dari itu, lanjutnya untuk daerah yang menjadi sasaran akan ditempatkan personel, untuk melakukan pemantauan. Sehingga dengan demikian pencegahan bisa prefentif.(OL-3)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved