Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN upacara memperingati Sumpah Pemuda yang digelar di perbatasan RI-Malaysia tepatnya di patok 7 Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (28/10) berlangsung khidmat dan lancar meskipun diguyur hujan.
Peserta upacara terdiri atas 500 orang dari sejumlah sekolah dari lima kecamatan di Pulau Sebatik. Sebagai rangkaian Hari Sumpah Pemuda di pulau yang berbatasan dengan Malaysia ini, sebelumnya digelar perkemahan atau Jambore Tapal Batas II sejak 24 Oktober 2019.
Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, PMKRI Ruteng Lakukan Reboisasi Hutan
Salah seorang pembina Pramuka pada kegiatan tersebut, Rajawali, menyebutkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda di tapal batas RI-Malaysia berlangsung lancar dan khidmat.
"Walaupun lokasi pelaksanaan upacara di Patok 7 Desa Sei Limau Kecamatan Sebatik Tengah ini dalam kondisi becek karena diguyur hujan sejak dini hari, upacara tetap berlangsung dengan baik dan lancar," katanya.
Bertindak selaku inspektur upacara adalah Camat Sebatik Tengah Zulkifli. Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan Surat Hibah Bumi Perkemahan Perbatasan dari Kepala Desa Sei Limau Mardin kepada Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sebatik Tengah.(OL-5)
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Genjot Perolehan Kursi, Surya Paloh Bakar Semangat Kader Nasdem Kaltara
Polda Kalimantan Utara telah menyampaikan rekaman CCTV kepada keluarga Brigadir SH disaksikan pengacara dan Kompolnas.
KAPOLDA Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Aditya Jaya berpotensi diperiksa terkait kematian ajudannya, Brigadir Setyo Herlambang (SH).
Keluarga minta agar pengusutan kasus kematian ajudan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Daniel Aditya Jaya itu transparan.
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved