Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMPROV Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya melakukan penekanan angka stunting di 5 kabupaten. Kelima Kabupaten itu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan, Gunung Mas dan Barito Timur. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul kepada wartawan, Selasa (22/10).
Menurut Suyuti, angka stunting tertinggi di Kalteng terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mencapai 48%, kemudian disusul Kabupaten Kapuas sebanyak 41%, Barito Selatan 40,19%, Gunung Mas 38,21%, dan Barito Timur 42,05%.
Sementara angka stunting Kalteng mencapai 34,04% di atas rata-rata nasional yang hanya di angka 30,9%.
"Kita tangani bersama dengan pemerintah daerah kabupaten dengan memberikan makanan tambahan dan pendeteksian dini," kata Suyuti.
Menurut dia angka stunting bisa dicegah sebelum usia 2 tahun. Bila satu anak terkena stuting maka tidak bisa disembuhkan terutama akan terjadi penurunan tingkat kecerdasan.
"Untuk itu dengan memberikan makanan tambahan sebelum 2 tahun paling tidak kita bisa mencegah stunting. Jika berat badan dan tinggi badan bisa ditambah, namun tingkat kecerdasan tidak bisa," jelasnya.
baca juga: Hasil Lelang Jabatan Kelar, Plt Bupati Cianjur Rombak Kabinet
Pada tahun ini Pemprov Kalteng telah menganggarkan dana Rp1 Miliar untuk makanan tambahan dari APBD. Kemudian makanan tambahan ini disebarkan ke jejaring seperti puskesmas dan langsung diserahkan ke anak yang menderita stunting. (OL-3)
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Berau mengadakan program layanan pencegahan stunting dan upaya kesehatan kaise (UKK).
Keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolok ukur untuk pencapaian angka nol persen.
Menteri Wihaji menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ribu orangtua asuh yang siap diturunkan untuk mendukung program super prioritas di lapangan.
Turunnya angka stunting tak terlepas dari peran lintas sektor. Sebab, penanganan stunting tak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya dukungan Pemprov terhadap kader posyandu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved