Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK delapan desa di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung (Babel) masing ditemukan kasus stunting. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana Bangka Selatan (Basel), Supriyadi mengatakan berdasarkan angka prevalansi pada Februari, Basel masih aman dari stunting karena berada diangka 12,9%.
Kendati tergolong aman, Di Basel masih ada 8 desa yang mengalami kasus stunting yang cukup berbahaya.
"Delapan desa itu adalah Desa Tepus, Sidoharjo, Pongok, Payung, Serdang, Jelutung II, Gudang dan Sebagin," kata Supriyadi, Minggu (20/10).
Dari kedelapan desa tersebut, Desa Sidoharjo merupakan desa yang kasus stuntingnya paling berbahaya atau mencapai angka prevalensi 48,8%, diikuti Desa Tepus yang mencapai angka prevalensi 43,8%. Ia menjelaskan, stunting merupakan sebuah kondisi tubuh anak-anak balita kekurangan gizi, Anak-anak tersebut mengalami kondisi tubuh pendek alias kerdil.
Selain mengalami kondisi tubuh pendek dan tidak sesuai, stunting juga menyebabkan terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh.
"Ada lagi dampak lainnya seperti gangguan interaksi sosial, gangguan kognitif serta penyakit tidak menular yang dirasakan oleh balita yang alami stunting," tandasnya
Di sisi lain, ia menyayangkan masih ada desa-desa di Bangka Selatan yang nilai prevalensi stuntingnya mencapai 48,8%. Supriyadi menyebutkan, kemungkinan yang menjadi permasalahan di Desa Sidoharjo sebagai penyandang angka stunting tertinggi di Basel adalah karena pola asuh yang salah.
"Saya berspekulasi permasalahan ini terjadi karena pola asuh orang tua
yang tidak maksimal. Kalau disebabkan kekurangan pangan, faktanya Desa Sidoharjo merupakan desa yang akses pangan cukup baik di Basel," ujarnya.
baca juga: Empat Pendaki Gunung Ranti Berhasil Dievakuasi
Pola asuh yang salah menurut Supriyadi disebabkan orangtua menitipkan anaknya karena harus bekerja di sawah. Akibatnya kebutuhan gizi anak kurang diperhatikan.
"Atau bisa saja karena sibuk di sawah sehingga anaknya dititipkan di nenek atau saudaranya," lanjutnya.
Jika permasalahan ini terus dibiarkan, kata dia, maka angka stunting di Basel pasti akan meningkat tajam sehingga perlunya perhatian khusus.(OL-3)
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved