Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BUDIDAYA burung walet yang menghasilkan sarang burung walet memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut belum dilirik oleh dunia akademis.
"Potensi (budidaya walet) sangat besar, dunia kampus belum banyak yang care," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Ali Agus saat menjadi pembicara seminar nasional burung walet di Fakultas Peternakan UGM, Kamis (17/10).
Di Tiongkok, sarang burung walet sangat diminati. Di sana, harga sarang burung walet mencapai Rp 70-80 juta per kilogram.
"Di aspek akademik (budidaya sarang burung walet) belum banyak disentuh, seperti budidaya dan standardisasi sarang burung walet," kata dia.
Seminar ini, kata dia, menjadi pengenalan awal penelitian budidaya walet.
Pada kesempatan itu konsultan burung walet dan CEO Dunia Walet, Arief Budiman mengatakan, sangat penting kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan industri burung walet. Baru pertama kali, pihak kampus di Indonesia peduli terhadap bisnis sarang burung walet yang sebenarnya sudah lama sebagai komoditas ekspor non migas.
Ia berharap, setelah ini akan ada penelitian dan pengembangan yang lebih dalam secara akademis terkait budidaya burung walet.
"Perlu penelitian yang dalam tentang kandungan dan dosis terbaik kalau sarang burung walet dikonsumsi," kata Arief.
Penelitian tersebut sangat penting karena dari nilai ekonomi, sarang burung walet sangat tinggi. Harga sarang walet per
kilogram antara Rp9 juta-Rp12 juta.
Saat ini Indonesia menjadi eksportir sarang burung walet terbesar ke Tiongkok. Sarang walet dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok sejak ratusan tahun lalu dan dipercaya memberi manfaat kesehatan yang luar biasa. Terutama kecerdasan balita dan anak, kesegaran kulit, vitalitas pria, hingga panjang usia.
"Kami juga telah membuat produk turunan dari sarang burung walet, seperti kopi walet, teh walet, dan walet oil," kata dia.
Pembicara lain, Direktur PT Borneo Lancar Abadi, Ade Rachmad Dermawan mengatakan potensi sarang burung walet memang besar. Kini, perusahaannya juga masuk ke budidaya sarang burung walet selain bergerak di bidang perkebunan sawit.
"Kami menyasar pasar ekspor ke Tiongkok. Pengekspor sarang burung walet, 78% adalah Indonesia. Setahun Tiongkok perlu 300 ton, Indonesia baru mampu menyuplai 70 ton pertahun," kata dia.
baca juga: Pentas di Depan DPRD Sentil Pejabat Korupsi
Ternak sarang walet pun bisa dilakukan di tengah-tengah perkebunan sawit. Pasalnya, di dalam kebun sawit banyak serangga yang menjadi bahan makanan bagi burung walet. (OL-3)
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved