Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 31 perantau korban kerusuhan di Wamena, Papua asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat telah mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di daerah asal mereka.
"Ke 31 perantau tersebut berasal dari Kecamatan Bayang. Semua mengaku tidak lagi mengantongi dokumen kependudukan, baik KTP ataupun KK," kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan, Masril di Painan, Selasa (8/10).
Ia menambahkan para perantau tersebut melaporkan hal itu ke Unit Kerja Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang ada di Kecamatan Bayang.
"Bagi perantau lain yang mengalami hal serupa juga bisa melapor ke Unit Kerja Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang ada di tiap kecamatan, sehingga proses pembuatan dokumen kependudukannya bisa disegerakan," tambahnya.
Proses pembuatan dokumen kependudukan bagi para perantau yang kembali ke daerah asal, lanjutnya, dilakukan dengan mengecek nama mereka di data induk, dan selanjutnya diterbitkan dokumen kependudukannya.
"Hal ini sudah kami koordinasikan dengan pejabat Kementerian Dalam Negeri, dan kami mendapat lampu hijau untuk merealisasikannya, kata Masril.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pesisir Selatan, Muskamal menyebutkan sudah ada sekitar 291 perantau asal daerah setempat dari Wamena yang tiba di kampung halaman. Rinciannya sebanyak 43 orang merupakan warga Kecamatan Lengayang, 170 orang IV Nagari Bayang Utara, 14 orang asal Batang Kapas, empat orang asal Sutera, dan 60 orang dari Bayang.
Guna mempercepat berbagai layanan bagi mereka mulai dari akses pendidikan, kesehatan, pemulihan psikis dan lain sebagainya pihaknya membangun posko khusus.
"Posko akan disiapkan secepatnya, apakah nanti akan didirikan di Painan, Bayang atau Lengayang akan ditentukan dalam waktu dekat," terang Muskamal.
baca juga: Bupati Klaten Tutup Karya Bakti Mandiri
Posko diharapkan menjadi jembatan antara para perantau dengan pemerintah kabupaten, sehingga berbagai kebutuhan mereka bisa terpetakan dan secepatnya dicarikan jalan keluarnya. (OL-3)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved