Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA hingga kini tidak memiliki data gelombang laut khususnya untuk kepentingan jangka panjang yang memadai. Hal ini akan menyebabkan ketidakakuratan dalam memprediksi naik turunnya gelombang yang mengakibatkan tidak akuratnya perubahan garis pantai. Hl itu disampaikan oleh Prof Nur Yuwono, dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakutlas Teknik UGM, dalam diskusi perencanaan dan manajemen pelabuhan di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Senin (7/10).
Diskusi ini juga menghadirkan mitra Senior Experten Services yang membawa pakar transportasi dari Jerman, Franz Horberg yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun sebagai ekonom transportasi dan ahli pelabuhan. Nur Yuwono menemukan banyak kasus erosi dan sedimentasi di beberapa pelabuhan di Indonesia. Ia mencontohkan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang dibangun tahun 1982. Saat ini kolam pelabuhan mengalami sedimentasi parah sebesar 600.000 m3 per tahun.
"Saat ini tidak dapat dipergunakan lagi," ujar Nur Yuwono.
Demikian juga Pelabuhan ikan Tanjung Adikarto di Kulonprogo juga mengalami sedimentasi parah. Sedimentasi sebesar 731.000 m3 per tahun dari arah barat dan 1.024.300 m3 per tahun dari arah timur.
Untuk mengatasi sedimentasi dan erosi dari struktur pantai, selama ini mengandalkan pemecah gelombang. Namun konsep tersebut belum sepenuhnya diterima pemerintah daerah setempat karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang relatif mahal. Apalagi, imbuhnya, saat tidak ada peraturan untuk mendukung metode sand by passing tersebut.
"Beberapa peraturan justru melemahkan metode ini," terangnya.
Pembicara lainnya Prof Radianta Triatmaja mengatakan desain pemecah gelombang sangat mahal. Bahkan desainnya memengaruhi kapasitas layanan, efisiensi, serta biaya operasi dan pemeliharaan pelabuhan. Oleh karena itu, keberadaan pemecah gelombang dalam perencanaan pelabuhan harus dipertimbangkan secara serius untuk mengoptimalkan biaya pengelolaan pelabuhan.
"Untuk berfungsi optimal, diperlukan desain, konstruksi, dan pemeliharaan pemecah gelombang yang tepat," kata Radianta.
baca juga: Polda Papua Tetapkan Enam Tersangka Baru di Wamena
Sementara itu pakar transportasi dari Jerman Franz Horberg, dalam diskusi tersebut memaparkan pentingnya pembangunan pelabuhan berkelanjutan agar bisa beroperasi jangka panjang.
"Syaratnya harus memperhatikan analisis permintaan pelabuhan, perencanaan fasilitas, kebutuhan investasi, analisis finansial, perencanaan bisnis dan strategi, optimasi operasi, serta pengaturan kelembagaan di pelabuhan," ujarnya. (OL-3)
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved