Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN warga yang tingga di tiga kampung yang berada Kelurahan Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami krisis air terparah telah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini masih berlangsung.
Ribuan warga di Kelurahan Ulung Baras, Kampung Nongol,Wae Taso, dan Kampung Golo Ponto selama Kabupaten itu dimekarkan menjadi Kabupaten Manggarai Timur masih menghadapi krisis air bersih.
Pasto Peter Due SVD yang bermukim di wilayah itu menuturkan, debit air yang minim membuat warga kampung terpaksa menunggu jatah mengambil air satu kali dalam tiga hari dan baru kemudian mendapat giliran lagi.
"Meski mereka mengantri namun antriannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari," tutur pastor Piter Due SVD saat di hubungi Media Indonesia, Sabtu (5/10).
Pastor Piter mengatakan bayangkan ribuan jirigen dan tempayan lainnya berjejer di jalur jalan itu untuk mendapatkan jatah air. Pemandangan tersebut terjadi setiap tahunnya di bulan awal Juni sepanjang musim kemarau itu berlangsung.
"Ribuan tempayan berupa jirigen berjejer mengantre. Warga terpaksa ada yang harus bermalam untuk mendapatkan air. Bahkan itu pun tak mencukupi untuk kebutuhan.Dapat di bayangkan kondisi ini," ungkap Piter Due imam SVD.
Imam SVD itu merasa sangat prihatin dan warga di wilayah itu hidup dari keterisolasian karena akses jalan belum memadai untuk di lalui kendaraan. Padahal daerah etsrebut dikenal sebagai daerah penghasil komoditi pertanian baik cengkeh, kopi, dan vanila.
"Warga di sini berharap ada sentuhan dari pemerintah terutama air bersih," katanya.
Saat dihubungai, tokoh masyarakat lokal Yohanes Ampur menuturkan satu sumber mata air dikerumuni warga tiga kampung. Sejumlah warga terpaksa harus bermalam hingga pagi agar bisa mendapat air bersih.
"Sejauh ini belum ada bantuan air bersih.Air ini di temukan seorang warga sehingga bisa terbantu.Jika tidak ada maka harus menempuh perjalanan 5km untuk menemukan air," ucap Yohanes.
Dia berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui bupati Agas Andereas SH secepatnya memperhatikan anteran ribuan jirigen hanya demi mendapatkan air bersih. (OL-09)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved