Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menghanguskan puluhan hektare lahan pada awal September lalu, kebakaran hutan terjadi lagi di kawasan hutan lindung Egon Ili Medo, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Kebakaran terjadi Senin (30/9) sekitar pukul 07.00 WITa. Titik api dimulai dari titik masuk kawasan hitan lindung Egon Ili Medo.
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Egon Ile Medo, disaksikan Media Indonesia.
Sampai saat ini belum ada pihak BPBD Kabupaten Sikka dan pemadam kebakaran yang datang mematikan api. Nampak, sejumlah staf dari UPT KPH Kabupaten Sikka yang bersiaga dan berjuang mematikan api menggunakan alat seadanya.
Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Sikka, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), B Herry Siswadi, belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar.
Baca juga: Penyegelan Lahan Berlanjut
Ia menyebut, UPT KPH Sikka berkoordinasi dengan Polsek Waigete, Koramil Talibura, dan pihak Kecamatan Waigete guna memadamkan api.
Namun, upaya pemadaman masih menggunakan peralatan seadanya. Ada 3 titik api yang menimbulkan kebakaran bisa diperkirakan kurang lebih 4 hektare. Angin yang kencang menyebabkan api cepat merambat ke sejumlah titik.
Pihak UPT KHP Sikka dibantu aparat TNI dan Polri berhasil memadamkan satu dari tiga titik apai. Sedangkan ada 2 titik api yang saat ini belum bisa dipadamkan.
Selang satu jam kemudian, petugas BPBD serta mobil tanki dari Keuskupan Maumere datang membantu memadamkan api.
Puhak KPH mengonfirmasi, ada 3 titik api yang menimbulkan kebakaran telah menghanguskan hutan dan lahan seluas kurang lebih 4 hektar. angin yang kencang mengakibatkan api cepat merambat ke sejumlah titik.
Para petugas UPT KPH Sikka, terbagi untuk memadamkan api di tiga titik, menggunakan peralatan seadanya. Hingga berita ini diturunkan, api sulit dipadamkan karena angin kencang.
Beruntung, pihak BPBD Kabupaten Sikka mengerahkan 1 unit mobil tanki bersama satu unit mobil tanki dari Keuskupan Maumere datang membantu meadamkan api.
Petugas KHP kesulitan mendeteksi sumber api yang menyebabkan Kebakaran di hutan lindung ini. Api diduga akibat puntung rokok yang dibuang orang yang tidak bertanggung jawab.
Kawasan hutan Lindung Egon Ili Medo seluas 19.400 Ha. Dari total luas Kawasan hutan lindung itu, tercatat 20 Hektar lahan sudah hangus terbakar. (OL-2)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved