Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN dana bos per triwulan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, ditengarai tidak tepat waktu sehingga berdampak pada terganggunya pemanfaatan dana bos di sekolah-sekolah.
Akibatnya, sasaran dan tujuan pengelolaan dana bos pun belum tercapai secara masksimal.
Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Larantuka Sorilus Soda mengakui selama ini jadwal penyaluran dana bos setiap triwulan tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Waktu pencairan sangat berdekatan dengan jadwal penutupan kas, sehingga asas pemanfaatan dana bos belum maksimal bahkan berakibat terjadinya silpa.
"Selama ini memang pencairan dana bos tidak sesuai petunjuk teknis (juknis), tidak tepat waktu. Mulai dari triwulan 2, jadwal pencairannya tidak sesuai lagi, seperti misalnya dana bos untuk triwulan dua ini seharusnya masuk April lalu, tetapi ternyata baru masuk pada awal September sehingga akan terus bergeser ke triwulan berikutnya," kata Sorilus Soda, Senin (23/9).
Baca juga: Tunggakan Pelanggan PDAM di Flotim Capai Rp3 Miliar
Hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran dalam serapan dana karena dana masuk dari provinsi ke rekening sekolah tidak tepat waktu atau di luar juknis. Seharusnya, dalam juknis tersebut dana bos triwulan satu masuk pada Januari minggu ke-2 dan dana bos triwulan 2 pada April minggu ke-2, tetapi selama ini bergeser dari waktu yang ditetapkan dalam juknis.
"Hal ini berdampak pada terjadinya silpa. Seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu terjadi silpa sebesar Rp500 juta karena dana masuk pada triwulan ke-4 tidak sesuai jadwal yakni Desember, sehingga tidak dapat digunakan karena pencairannya berdekatan dengan jadwal penutupan kas. Dana bos tersebut tidak bisa digunakan secara maksimal apalagi untuk belanja barang yang harus membutuhkan prosedur yang lengkap. Bergesernya jadwal masuknya dana bos ini menyulitkan sekolah untuk memaksimalkan dana bos tersebut," tutur Sorilus.
Lebih jauh, Sorilus pun berharap penyaluran dana bos bisa tepat waktu dan tidak bergeser lagi artinya harus tepat waktu sesuai juknis agar sekolah dapat memanfatkan dana bos tersebut secara tepat dan maksimal. Belum lagi laporan pertanggungjawaban keuangan yang harus dimasukan oleh sekolah dinilai cukup rumit sehingga tenggang waktu pencairan dana bos yang bergeser mempengaruhi laporan pertanggungjawaban yang dibuat sekolah.
"Mudah-mudahan bisa tepat waktu agar kami bisa menggunakan dana bos dengan maksimal tidak terkesan buru-buru karena waktu pencairan sudah mepet. Untuk sekolah kami, dana bos yang sudah dicairkan pada triwulan satu sebesar Rp210 juta. Untuk triwulan dua kemarin sebesar Rp400 juta. Terlambat masuknya dana bos ini tentunya membuat kami kesulitan untuk memanfaatkan dana bos karena triwulan tiga sudah dekat, belum lagi harus membuatkan laporan pertanggungjawaban keuangan. Waktunya sangat mepet, karena penyaluran dan bos tidak sesuai juknis lagi," pungkasnya.(OL-5)
TEDxSVP mendorong peserta untuk melihat perubahan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuh sekaligus memberi dampak positif.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Usia 58 tahun menjadi bukti perjalanan panjang dedikasi dan komitmen Labschool dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wali Kota Tangerang menginstruksikan pembenahan total pada bangunan SD dan SMP Negeri agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Pihak sekolah perlu menerapkan pendekatan yang bersifat edukatif dan kontekstual agar kebijakan pembatasan gawai tidak dipandang negatif oleh peserta didik.
Gavin menjadi siswa pertama dari Indonesia yang berhasil meraih predikat Top In World di ujian Cambridge IGCSE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved