Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan gempa bumi telah terjadi di Kota Medan dan sekitarnya pada Minggu (22/9) pada pukul 17.05 WIB.
Edison Kurniawan, Kepala BBBMKG Wilayah I Medan, mengungkapkan berdasarkan hasil analisis pihaknya, gempa bumi tektonik yang mengguncang berkekuatan M=2.8.
Episenter gempa terletak pada koordinat 3.62 LU dan 98.74 BT, tepatnya di darat, sejauh 16 km Barat Laut Deliserdang, Sumatra Utara, pada kedalaman 5 kilometer.
Baca juga: Camat Nubatukan Gencar Sosialiasi Perda tentang Sampah
Ditinjau dari kedalaman hiposenter, lanjut dia, ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Aktivitas sesar lokal menyebabkan terjadinya deformasi batuan sehingga memicu terjadinya gempa bumi.
Berdasarkan informasi warga, katanya, intensitas guncangan gempa cukup dirasakan di Medan pada skala II-III MMI. Namun hingga laporan ini disusun pada pukul 17.50 WIB, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa ini.
BBMKG Wilayah I Medan juga tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan. Karena itu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG serta arahan dari BPBD. (OL-1)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved