Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA SiPongi Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan selama 2019 terdapat 587 hektare lahan dan hutan yang terbakar di Sulawesi Selatan.
Merespons hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mengintruksikan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel segera menangkap pelaku pembakaran lahan dan hutan di Sulsel berkerjasama dengan aparatur keamanan setempat.
Ia menegaskan agar dinas terkait menindak tegas oknum yang membabat dan membakar hutan di wilayah Sulsel.
"Tolong pak kadis, yang membakar hutan itu harus diambil. Jangan pandang bulu. Coba dikoordinasikan dengan kepolisian setempat," tegas Nurdin Abdullah.
Bagi Nurdin, tidak boleh lagi masyarakat membakar dan menebang pohon sembarangan, karena akan merusak unsur hara tanah bila terus-menerus dibakar.
Baca juga : Polsek Bukit Intan Pangkalpinang Ringkus 2 Pelaku Karhutla
"Pokonya tidak boleh masyarakat berlaku semena-mena terhadap lahan. Bayangkan ada masyarakat yang membakar kayu jati untuk jadikan lahan pertanian," serunya.
Ia pun meminta seluruh elemen untuk menjaga hutan dan lahan agar tidak ada bendungan yang kekeringan dan tidak ada air saat musim kemarau seperti saat ini.
"Kita harus menjaga juga bendungan yang kita punya dan juga harus diperhatikan juga dengan baik," pungkas Nurdin.
Sementara dari data Terra/Aqua milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nsional, terkait keberadaan titik panas atau hot spot di Sulawesi Selatan, pada 9-15 September terdapt 51 titik.
Dan pada16-22 September mengalami penurunan, hanya ada 21 hot spot yang terdeteksi. (OL-7)
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved