Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan efektivitas pemasaran melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BumDes), pemerintah Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, membuat gebrakan membentuk BumDes bersama tingkat kecamatan yang tergabug dari seluruh BumDes yang ada di setiap desa.
Gebrakan BumDes bersama tingkat kecamatan ini ditandai dengan deklarasi BumDes bersama untuk pemasaran hasil komoditi perkebunan menggunakan jasa tol laut,
Tujuan pemasaran menuju Jawa Timur. Modal awal untuk pembentukan dan operasional BumDes bersama tingkat kecamatan ini berasal dari kontribusi setiap BumDes di masing-masing desa yang berjumlah 14 desa.
"Iya beberapa waktu lalu kami telah membentuk BumDes bersama tingkat kecamatan yang ditandai dengan deklarasi pemasaran hasil komoditi melalui BumDes bersama kecamatan yang menggunakan jasa tol laut," kata Camat Titehena Aster Soge, Minggu (22/9).
Ester mengungkapkan, deklarasi tersebut dihadiri pula oleh wakil bupati Flotim.
Baca juga : Tunggakan Pelanggan PDAM di Flotim Capai Rp3 Miliar
Ester menjelaskan, sistem pemasaran melalui satu pintu, artinya, setiap BumDes yang ada di desa masing-masing membeli hasil komoditi di desanya, kemudian komoditi yang ada di BumDes milik desa tersebut dikumpulkan ke BumDes bersama kecamatan, untuk selanjutnya dipasarakan ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan jasa tol laut yang lebih mudah dan murah biayanya.
Sedangkan sistem bagi hasilnya sudah diatur dan ditetapkan dalam peraturasn desa (perdes) masing-masing desa.
"Kami baru memulainya, dengan saat ini tiga komiditi andalan kami untuk dipasarkan yaitu Mente, Kopra, dan Kemiri, juga beberapa komoditi lainnya seperti Kakao, Kopi dan Asam. Kami memasarkan ke luar wilayah agar harga jual bisa lebih bersaing dan tidak terjebak rentenir lokal di sini, sehingga dapat menguntungkan para petani di sini, dan mampu menyejahterakan warga desanya masing-masing," sambung Aster.
Terpisah, wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, memberikan apresiasi terhadap gebrakan ini, sehingga dapat memperpendek mata rantai pemasaran yang banyak didominasi oleh para tengkulak.
"Patut diaperesiasi atas usaha kecamatan tersebut, dan mudahan-mudahan kecamatan lainnya dapat mengikuti langkah ini, karena hal ini dpat memperpendek mata rantai pemasaran, dan bisa jauh dari para tengkulak yang sesuka hati memainkan harga pasar. Sehingga diharapkan melalui wadah BumDes bersam kecamatan ini, semua desa dapat bersatu membangun kehidupan ekonomi mulai dari tingkat terkecil yaitu tingkat desa, tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten," pungkas Agus Boli. (OL-7)
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved