Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pemda Sikka Alokasikan 5,7 Miliar untuk Beasiswa

Alexander P Taum
21/9/2019 14:15
Pemda Sikka Alokasikan 5,7 Miliar untuk Beasiswa
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo(MI/Alexander P Taum)

BUPATI Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Sabtu (21/9) menggelar jumpa pers. Kedua pemimpin itu menyampaikan tentang fokus serta perkembangan pembangunan yang sedang dikerjakan dalam kurun waktu 1 tahun menjabat.

Dalam kurun waktu 1 tahun kepemimpinan Fransiskus dan Romanus, lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat melalui intervensi program beasiswa pendidikan dan perhatian pada sektor kesehatan.

"Kami berusaha mendekatkan pelayanan kepada 80.000 kepala keluarga di Kabupaten Sikka. Dalam kurun waktu satu tahun ini, kami dapati 14,2% penduduk miskin hidupnya di bawah garis kemiskinan," ungkap Fransiskus saat melakukan jumpa pers memperingati 1 tahun kepemimpinan mereka,  di aula lantai 2 kantor Bupati Sikka, Sabtu (21/9) siang.

Baca juga: 149 Desa Masih Tertinggal di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Bupati dan Wakil Bupati Sikka menjelaskan pihaknya telah menggolongkan masyarakat Sikka sesuai tingkat kesejahteraan.

Di kabupaten itu terdapat 14,2% masyarakat miskin berpenghasilan kurang dari Rp245.000 per bulan, 58% di level menengah dengan penghasilan diatas Rp300.000, dan 28% berpenghasilan di atas Rp300.000 itu dikatakan sejahtera dengan prosentase 28%. Kelompok sejahtera itu merupakan orang yang punya penghasilan tetap seperti pegawai swasta, PNS, TNI, dan Polri.

Fransiskus menegaskan, dalam masa kepemimpinannya, ia bersama wakilnya menitikberatkan perhatian pada 14,2% warga tergolong miskin, serta  58% warga dilevel menengah di kabupaten Sikka.  

“Sebanyak 14,2% warga Sikka menjadi target perhatian kami karena pemenuhan hak dasar mereka seperti pendidikan dan kesehatan pasti sangat sulit. Kelompok keluarga miskin ini harus diurus secara serius oleh para pemimpin didaerah ini,” ujar Bupati Sikka.  

Fransiskus menegaskan pihaknya berkomitmen memperbaiki pemenuhan hak dasar warga terkategori miskin itu untuk mencapai derajat kesejahteraan.  

“Caranya memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga yang tidak mampu dan menengah sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Memberikan bantuan di sektor pendidikan juga membantu peningkatan ekonomi karena pemerintah hadir untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dalam biaya pendidikan. Kadang masyarakat bisa bangkrut karena menyekolahkan anak mereka. Kalau tidak dibantu, masyarakat akan menjual tanah atau ladangnya untuk membiayai pendidikan anak,” ujar Fransikus.

Menurut Bupati Sikka, bekerja selama 1 tahun untuk masyarakat, bersama DPRD Sikka, pihaknya telah menetapkan RPJMD yang sudah ditetapkan menjadi Perda, hasil konsultasi dengan public.

Semua rencana pemberian beasiswa kepada rakyat miskin suda terakomodasi dalam Rancanagn Program jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Sebanyak 14,2% atau 15 ribu keluarga miskin di Sikka harus sekolah gratis ke perguruan tinggi. Beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dengan IPK di atas 3,0 juga akan diberi bantuan. Kita juga akan memberikan beasiswa untuk anak Sikka yang memilih sekolah-sekolah khusus seperti kedokteran. Kita sudah tetapkan di dalam RPJMD,” ujar Fransiskus.

Disebutkan, dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 telah diusulakn untuk memulai program beasiswa, dengan alokasi dana Rp5,7 miliar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya