Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA orang diamankan di Polres Solok Kota, Sumatra Barat diduga membakar dan menebang hutan yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam. Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, mengatakan kelima pelaku membakar hutan adalah KD, DR, AF, YM, dan LK.
Mereka membakar hutan untuk membuka lahan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Jumat (13/9).
"Empat orang tersangka KD, DR, AF dan YM atas perintah LK yang merupakan pemilik lahan melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api secara bergantian. Dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian," kata Dony, Selasa (17/9).
Kobaran api tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya. Dikatakan Dony, setelah melakukan pemadaman secara manual bersama masyarakat sekitar didapat informasi bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat milik pengolah lahan.
"Setelah berkoordinasi dengan BKSDA, baru diketahui bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap lima pelaku pembakaran hutan dengan menyita barang buktinya," terangnya.
Barang bukti yang diamankan berupa 4 unit mesin pemotong rumput, 2 unit mesin pompa racun, 2 unit mesin diesel listrik (Genset), 1 unit gerobak dorong, 2 buah jeriken berisi 5 liter, 1 buah jeriken isi 30 liter, 1 buah parang, 1 buah mancis atau korek api. Lalu 1 unit mesin pemotong kayu atau merek shinsaw, 4 buah cangkul, 3 batang balok kayu pinus, 4 batang papan kayu pinus, 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah dan 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor.
"Modus tersangka membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan hutan konservasi yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam. Dengan cara merambah hutan, membakar hutan, dan menebang pohon dengan tidak sah," jelas AKBP Dony Setiawan.
baca juga: Kebakaran Gunung Ile Mandiri Meluas
Dony mengimbau agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan baru.
"Teliti terhadap status lahan hutan yang hendak digarap, karena selain memicu terjadinya bencana juga beresiko hukum," pungkasnya. (OL-3)
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved