Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAP akibat kebakaran dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, disebut dapat memicu gangguan kesehatan. Tidak hanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), polusi asap dari kebakaran sampah juga dapat memicu kanker serta stunting pada balita.
Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar Anwar Mallangi mengatakan kebakaran sampah di TPA menimbulkan emisi karsinogenik maupun nonkarsinogenik yang secara bebas menyebar melalui udara.
"Hasil kebakaran emisi karsinogenik ini sifatnya bisa menyebabkan kanker bagi siapa saja yang menghirupnya dalam jangka waktu lama dan sering terpapar," ungkapnya, Selasa (17/9).
Bukan itu saja, emisi kebakaran sampah yang terbawa udara dan terhirup, mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita hingga menyebabkan stunting.
Dalam jangka panjang, partikel beracun yang terhirup juga dapat mengakibatkan stres dan hipertensi.
Baca juga: Selain ISPA, Warga Juga Diminta Waspada Rabies Selama Kabut Asap
Anwar membeberkan dari kebakaran sampah itu, ribuan hingga ratusan ribu partikel beracun beterbangan di udara. Ukuran partikel itu diameternya 10 kali lebih kecil dari diameter rambut sehingga sangat mudah dihirup dan mencemari tubuh.
"Untuk partikel yang besar mungkin saja masih bisa tersaring lewat bulu hidung, tetapi untuk partikel ini akan sangat mudah masuk dalam tubuh karena sangat kecil," tambahnya.
Kandidat profesor itu juga mengemukakan, dampak kesehatan dari kebakaran TPA Antang bisa terjadi lebih cepat jika paparan pencemaran semakin lama.
Ia menyarankan agar semua pihak yang terlibat dalam memadamkan api maupun mereka yang menangani dampak kebakaran tetap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu agar tidak terpapar asap hasil kebakaran. (Medcom/OL-2)
Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memadati lokasi tersebut untuk menunaikan salat Ied atau salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah
Pelindo Regional 4 Makassar mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 sejak H-15 hingga H-5. Data terbaru menunjukkan total 308.473 pemudik telah melakukan perjalanan melalui 20 cabang
DINAS Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat adanya ancaman serius penyebaran penyakit campak di Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Sebanyak 187 kasus suspek dilaporkan.
Sebanyak 200 warga peserta mudik gratis akan diberangkatkan Minggu (15/3) dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, menggunakan KM Labobar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved