Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
AREAL sawah seluas 15 ribu hektare di Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kekeringan dari skala ringan sampai berat. Dari luasan itu, ada 1.400 ha dipastikan puso. Dengan demikian, jika rata-rata panenan 5 ton per hektare, maka Cilacap kehilangan 7 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian (Dintan) Cilacap Supriyanto mengatakan dari 52 ribu ha areal padi di Cilacap, yang terkena dampak kekeringan mencapai 15 ribu ha. Kondisi kekeringannya beragam mulai dari kekeringan ringan, sedang, berat hingga puso.
"Sampai akhir Agustus, areal padi yang puso mencapai 1.400 ha. Sawah tersebut berada di wilayah-wilayah tadah hujan di Cilacap bagian barat seperti Patimuan, Kedungreja, Sidareja, Majenang dan Kesugihan," jelas Supriyanto, Minggu (1/9).
Menurutnya, meski ada 1.400 ha yang mengalami puso, tetapi tidak seluruhnya mendapat klaim asuransi usaha tani pertanian (AUTP). Sebab, kebanyakan petani masih enggan mengikuti program asuransi.
"Dari ribuan ha padi yang puso tersebut, hanya 35 ha sawah yang memperoleh klaim asuransi. Klaimnya mencapai Rp6 juta setiap ha. Kami masih terus menyadarkan petani agar ikut AUTP, sehingga kalau ada masalah puso seperti yang terjadi sekarang, petani mendapat klaim asuransi. Di Cilacap, dari 52 ribu ha, baru sekitar 10% yang mengikuti AUTP," katanya.
Baca juga: Ratusan Hektare Padi di Jatim Puso akibat Kekeringan
Padahal, dari kewajiban sebesar Rp140 ribu per ha setiap musim tanam, petani hanya membayar Rp36 ribu. Sisanya dibayarkan dengan subsidi dari APBN dan APBD.
"Oleh karena itu, kami terus mendorong supaya petani ikut serta, sehingga jika ada bencana banjir atau kekeringan yang menyebabkan puso, petani memperoleh klaim asuransi," tuturnya.
Sementara di Banyumas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintan KP) setempat juga telah mengajukan klaim asuransi bagi petani yang sawahnya puso. Kepala Dintan KP Widarso mengatakan sampai akhir Agustus, klaim asuransi diajukan untuk 15 ha dan yang cair hanya 3 ha.
"Di Banyumas, kemarau mengakibatkan 300 ha padi puso," ungkap Widarso.(OL-5)
Cuaca ekstrem di 24 wilayah Jawa Tengah, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan gelombang 1,25–2,5 meter di perairan utara-selatan. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Tragedi pembacokan terjadi di Jalan Gaharu Raya, Banyumanik, Semarang. Seorang penjaga toko buah nekat membacok 3 temannya di dalam rumah. Simak kronologinya!
Amat menyebut, pelaku diduga hanya satu orang dan tidak turun dari sepeda motor. Ciri-ciri pelaku memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang.
Mabes Polri membeberkan skema pembiayaan 1.179 SPPG dari koperasi, bank Himbara, hingga YKB. Pembangunan dapur MBG juga direncanakan menjangkau wilayah 3T.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 2026 dan akan memberikan diskon PKB sebesar 5%.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Pati Sudewo selama 40 hari terkait kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Sedikitnya 100 hektare lahan pembibitan dan tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso setelah berhari-hari terendam banjir.
Perubahan iklim dan intrusi air laut kian menekan produktivitas pertanian di wilayah pesisir utara Jawa.
Ari Lasso kembali ramai dicari di Google pada Kamis (4/12). Mantan vokalis Dewa 19 itu menjadi bahan perbincangan setelah sang kekasih, Dearly Joshua, diketahui unfollow
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Cilegon terhadap setiap gerakan yang berpihak pada petani.
Para pelaku industri pertanian beralih ke teknologi baru untuk mengatasi sejumlah tantangan, seperti kelangkaan tenaga kerja dan lonjakan biaya produksi.
Di sebuah ladang sederhana di kawasan timur Inggris, eksperimen bersejarah tengah dilakukan. Ahli ekologi sekaligus petani padi pertama di Inggris, berhasil menumbuhkan padi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved