Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bangka Belitung (Babel) memberikan penghargaan dan medali kepada 27 anggota dewan Kabupaten/Kota/Provinsi dan Pusat terpilih 2019-2024, di Bangka City Hotel. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Babel, Zuristyo Firmadata mengatakan hasil Pileg lalu, ada 27 anggota dewan dari Partai Nasdem terpilih, baik dari tingkat kabupaten, kota, provinsi dan pusat.
"Mereka sudah bekerja keras, mereka terpilih dan memberikan suara untuk kemenangan DPR RI dan Joko Widodo di Babel," kata pria yang akrab disapa Tio ini, Minggu (25/8).
Atas jasa, pengorbanan dan pengabdian selama Pileg, ujar Tio, DPW memberikan mereka penghargaan dan medali. Selain itu penghargaan juga untuk DPD yang berhasil menyumbang suara terbanyak. Kendati demikian, ia mengaku belum puas jika mesin partai belum bergerak maksimal.
"Target kami setidaknya nomor dua. Tapi mesin partai tidak jalan dan hanya mengharap sayap dan relawan maka hanya di nomor tiga," ungkapnya.
Kendati demikian, ia masih bersyukur setelah penantian selama ini, Nasdem mendapatkan satu kursi DPR RI yang sudah lama dinatikan. Untuk itu, ia berharap seluruh 27 anggota dewan terpilih untuk bekerja demi kepentingan masyarakat, karena semua itu berkat dukungan dari masyarakat.
"Saat ini ekonomi Babel stag bahkan menurun. Pelajari semaksimal mungkin apa penyebabnya, agar kembali perekonomian meningkat. Ini tugas kita yang terpilih di Babel, karena sudah diamanatkan duduk di parlemen," ujarnya.
baca juga: Komisi V DPR Prihatin Lemahnya Pengawasan Angkutan Laut
Sementara, Ketua Pertimbangan DPW Partai Nasdem Datuk Ramli Sutanegara mengucapkan selama kepada 27 dewan terpilih.
"Anda semua sudah terpilih perjuangan kepentingan masyarakat, buat perda kepentingan timah dan perkebunan yang bisa melindungi dan menyejahterakan masyarakat," pesan Ramli. (OL-3)
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi guna memperkaya referensi dalam penyusunan regulasi baru.
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved