Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemkab Flotim Alokasikan Rp7 M untuk Pariwisata

Ferdinandus Rabu
23/8/2019 15:40
Pemkab Flotim Alokasikan Rp7 M untuk Pariwisata
Tempat pariwisata di Flores(ANTARA)

PEMERINTAH Daerah Flores Timur (Flotim) terus melakukan berbagai upaya pengembangan pariwisata yang diprioritaskan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat

Kepala Dinas (kadis) Pariwisata Flotim Apolonia Korebima mengaku dana alokasi untuk dinas pariwisata kali ini cukup besar yaitu sekitar Rp7 milar untuk segala kegiatan pariwisata pada 2019.

"Untuk tahun ini, alokasi anggaran untuk dinas pariwisata cukup besar, karena kami juga mendapatkan alokasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan DAK nonfisik serta berbagai kegiatan festival, juga untuk segala keperluan dinas ini, sehingga total anggaran tahun ini sebesar Rp7 miliar lebih," kata Apolonia saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Lebih lanjut, Apolonia juga mengakui jika upaya mendongkrak kunjungan wisata terus dilakukan pemerintah termasuk menggelar sejumlah event dan festival dengan alokasi anggaran Rp1 milar.

"Tahun ini ada dua festival besar dengan anggaran senilai Rp1 milar. Dua festival besar ini digelar untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke daerah ini. Dua festival tersebut, yaitu Festival Bale Nagi yang sudah kami lakukan pada Bulan April lalu, yaitu mengelilingi Flotim dan Bulan September nanti akan digelar Festival Seni Budaya Lamaholot yang digelar di dua titik lokasi yaitu di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema dan di Kecamatan Adonara Timur," terangnya.

Sementara itu, terkait potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Flotim, dinas pariwisata terus mengembangkan model wisata berbasis masyarakat untuk mendorong peran aktif dan keterlibatan masyarakat dalam dunia pariwisata.

Baca juga: Pemkab Flotim Minta Bantuan BNPB untuk Layanan Air Bersih

Saat ini, wisata religi Samana Santa masih menjadi primadona bagi potensi pariwisata di Flotim, selain sejumlah potensi wisata alam dan wisata budaya lainnya, yang terus dikembangkan pemerintah saat ini.

"Untuk mewujudkan konsep pariwisata berbasis masyarakat tersebut, kami telah melakukan berbagai kegiatan seperti workshop dan pelatihan bagi kelompok usaha pelaku pariwisata," tukasnya.

Dinas Pariwisata juga menggelar berbagai festival, penetapan sejumlah desa yang akan menjadi sasaran pengembangan wisata budaya dan tradisi, pengembangan 10 potensi wisata alam, pengembangan sanggar-sanggar seni dan rumah-rumah adat serta berbagai upaya lain guna memotivasi masyarakat agar berperan aktif terlibat dalam usaha pembangunan pariwisata di wilayahnya masing-masing.

Pun wisata religi Samana Santa yang sudah mendunia masih menjadi primadona bagi daerah ini untuk potensi pariwisata.(OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya