Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PAGELARAN Festival Literasi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), September mendatang, membutuhkan dana hingga Rp4 miliar. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Nagekeo Servulus Babo Nuwa, .
Ia menyatakan proyeksi anggaran untuk Festival Literasi Kabupaten Nagekeo adalah Rp3-4 Miliar, dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Nagekeo.
Kini, pihaknya sedang mengajukan dana tambahan untuk dibahas pada Sidang Perubahan APBD Kabupaten Nagekeo yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2019.
"Rencana kebutuhan kita Rp3-4 miliar tapi kita harus realistis soal alokasi di perubahan berapa kita belum tahu. Memang anggaran di APBD induk sudah ada,tetapi kami membutuhkan tambahan biaya,yang akan diajukan pada sidang perubahan nanti," katanya.
Selain itu, menurutnya, Kabupaten Nagekeo akan dinyatakan sebagai Kabupaten Literasi dalam Festival Literasi, September 2019, namun waktu tepatnya belum diketahui karena masih menunggu konfirmasi jadwal pasti dari Duta Baca Nasional,Najwa Shihab, yang akan menjadi bintang tamu utama pada Festival Literasi Kabupaten Nagekeo.
Baca juga: Jokowi Pastikan Indonesia Swasembada Garam
Servulus menyatakan selain Najwa Shihab, Festival Literasi Kabupaten Nagekeo akan menghadirkan Pemerintah Provinsi NTT, Kepala Perpustakaan Nasional, para bupati, wakil bupati/walikota se-Provinsi NTT dan undangan lainnya.
"Tujuan dilaksanakan Festival Literasi Kabupaten Nagekeo adalah untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Nagekeo kepada masyarakat luas. Kami akan hadirkan Najwa Shihab, dengan harapan kehadirannya dapat mendorong peningkatan minat baca-tulis di Kabupaten Nagekeo,”lanjutnya.
Terkait persiapan pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Nagekeo, Servulus menyampaikan 80% persiapan telah rampung, serta telah dilakukan berbagai kegiatan praevent.
"Sudah dua kali kami menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD), yang pertama tentang seni tari dan kearifan lokal, dan yang kedua tentang reformasi birokrasi.Sebelumnya telah dilaksanakan lomba-lomba menulis dan bercerita,untuk memperkenalkan dan mendukung kecintaan akan literasi di Kabupaten Nagekeo," jelasnya.
Servulus menyatakan pada Festival Literasi, September mendatang, Kabupaten Nagekeo akan membangun tiga panggung yaitu panggung literasi, panggung seni dan budaya, serta panggung pameran.
"Masing-masing panggung akan menampilkan pertujukan berbeda,untuk memperkenalkan adat dan budaya Nagekeo kepada para tamu undangan,"imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, dalam Pidato Kenegaraan saat memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8), menyatakan Festival Literasi Kabupaten Nagekeo akan menjadi event tahunan.
Bupati Don mengharapkan dukungan semua unsur dan segenap masyarakat Kabupaten Nagekeo pada Festival Literasi yang akan digelar September mendatang dapat berjalan lancar dan sukses.
"Saya menitipkan pesan dan harapan kepada semua komponen masyarakat Nagekeo, agar dapat bahu-membahu menyukseskan Festival Literasi Nagekeo, sebuah event besar pada September nanti dan akan tetap kita gelar sebagai event regional tahunan," katanya.
Bupati Nagekeo juga memberikan apresiasi kepada beberapa kelompok masyarakat yang terus melaksanakan berbagai festival yang bertujuan mempromosikan Kabupaten Nagekeo.
"Optimisme kita berpijar-pijar mendengar pekikan yel-yel perubahan dan spirit Bela-Beli Nagekeo dalam berbagai aksi nyata para pemuda dari tujuh kecamatan.Mereka seakan takut jika momentum perubahan lepas dari genggamannya. Beberapa pegelaran event, baik yang telah maupun yang akan digelar sampai akhir tahun nanti, merupakan fenomena baru yang patut diapresiasi,"lanjutnya.
Bupati Don menyatakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus menyediakan ruang dan sarana-prasarana bagi masyarakat yang ingin mengaktualisasikan diri dan tetap menjadi relevan di tengah tantangan zaman.
"Pemerintah daerah terus berupaya agar seiring dengan reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik, akan terus melahirkan pegiat-pegiat di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, dunia usaha, lingkungan, olah raga, kesenian, kebudayaan dan semua sektor kehidupan lainnya. Kita dorong terwujudnya generasi baru dan manusia Nagekeo yang unggul," pungkasnya. (OL-2)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved