Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MELUASNYA kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Desa Sinar Hading Gala, Kecamatan Tanjung Bunga, meresahkan warga.
Seperti yang terlihat di lokasi padang Lamanabi di Desa Sinar Hading Gala, Kecamatan Tanjung Bunga, Sabtu (10/8), api terlihat sejak kemarin sore dan mulai menyebar dari wilayah pegunungan hingga padang ilalang.
Warga bersama anggota polisi dari pospol Tanjung Bunga kewalahan memadamkan api dengan alat seadanya. Mereka menggunakan ranting-ranting pohon dan daun-daun hijau untuk memadamkan api agar tidak meluas ke lokasi lain. Namun, api terus meluas ke lokasi lain karena wilayah padang ilalang merupakan tanah gambut sehingga api mudah menyebar. Apalagi angin bertiup cukup kencang di daerah ini membuat api semakin cepat meluas.
Kepala pos polisi Tanjung Bunga Aipda Sivester Petrus Diaz mengakui sumber api dan pelaku belum diketahui pasti karena api tiba-tiba saja terlihat membesar dan meluas.
"Saat saya tiba di lokasi kebakaran hutan, api sudah terlihat membesar dan menyebar. Sehingga saya bersama warga sekitar menggunakan alat apa adanya, mengambil ranting-ranting dan daun-daun di sekitar untuk memadamkan api. Kami saat itu fokus untuk memadamkan api agar tidak meluas, sehingga belum diketahui pasti sumber api dan pelaku pembakaran," kata Petrus saat ditemui di lokasi, Sabtu (10/8).
Baca juga: Karhutla Meluas di Wilayah Tanjung Bunga
Petrus pun menyayangkan lambannya kinerja pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk sigap mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi di wilayah ini.
"Saya berharap ada sinergi yang kuat dan respon yang cepat dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait untuk menyiapkan sarana prasarana yang mendukung warga mengatasi kebakaran hutan. Karena hampir sebulan ini, kebakaran hutan sudah beberapa kali terjadi di wilayah ini, tetapi belum ada bantuan cepat dari pemda setempat," sambung Petrus.
Sementara itu, sejumlah warga mengakui terbiasa dengan kebakaran hutan lantaran berulang kali terjadi setiap tahun di musim kemarau. Pemda pun disebut tidak memperlihatkan upaya untuk mengatasi hal tersebut.
"Sudah berulang kali setiap tahunnya, terjadi kebakaran di wilayah ini, pak. Dalam 2 minggu ini, sudah beberapa kali terjadi kebakaran hutan di wilayah ini, tetapi tidak ada upaya pemadaman sehingga api terus meluas dan dibiarkan padam dengan sendirinya. Kami hanya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya agar tidak meluas hingga lahan kebun kami," pungkas salah satu warga, Fidelis, di sekitar lokasi kebakaran.(OL-5)
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
Polres Belu ungkap kronologi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Atambua, NTT.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved