Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam orang menjadi korban akibat bentrokan pada acara pinangan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/8) malam.
Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, tiga mengalami luka bacok dan dua lainnya terkena lemparan batu.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan korban tewas bernama Maksi Robin Mesakh (alias Mas Mesakh), 42, asal desa Oebelo, Kupang Tengah. Maksi meninggal akibat sebetan parang.
Sedangkan pelaku pembacokan bernama Beni Nggeon, 30, asal Desa Tanah Merah, melarikan diri.
"Saat ini pelaku sedang dalam penyelidikan. Polisi juga masih berjaga-jaga di lokasi kejadian," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast, Jumat (9/8).
Adapun korban luka yakni Mea Pandie, 27, yang merupakan istri pelaku. Ia mengalami luka potong pada lengan kanan, sementara Andy Haning, 22, mengalami luka potong pada telinga bagian kanan hingga terputus, dan Beni Nggeon, 28.
Baca juga: Bocah Tenggelam di Sungai Citanduy Ditemukan Meninggal Dunia
Dua orang terkena lemparan batu yakni Petrus Dale, 42, dan Yeremia Naru, 38. Seluruh korban dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Kupang.
Menurut Kombes Jules, aparat keamanan dari Polres Kupang berjaga-jaga di lokasi kejadian sejak Kamis malam untuk memberikan rasa aman kepada warga serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Suasana di lokasi kejadian sudah kondusif," ujarnya.
Peristiwa berawal dari acara pinangan yang dimulai Kamis (8/8), sekitar pukul 16.30 Wita. Ketika itu, calon pengantin laki-laki bersama keluarga datang membawa kayu bakar yang diangkut sebuah mobil pikap.
Setelah menurunkan kayu bakar, sopir pikap yang bernama Ar Nokas, 28, dan kondektur Mua Kause, 40, dipukul oleh massa yang menyaksikan acara pinangan tersebut. Selanjutnya, Ar Nokas melaporkan peristiwa pemukulan itu kepada Yeremias Naru, 38.
Ketika tiba di lokasi kejadian, Yeremias malah dipukul massa. Dia berhasil mengambil sebilah parang di dekatnya untuk melindungi diri. Karena terus terdesak, Yeremias melemparkan parang ke arah massa dan mengenai tiga orang. Selanjutnya Maksi Robin Mesakh, yang berada di dalam ruangan tempat acara pinangan, keluar untuk menyelamatkan Yeremias. Namun, ia malah dibacok dari arah belakang oleh Beni Nggeon hingga terjatuh. Maksi kemudian dianiaya hingga tewas.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved