Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Orang Tua Harus Terlibat Aktif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Arnoldus Dhae
06/8/2019 13:07
Orang Tua Harus Terlibat Aktif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise(MI/Pius Erlangga )

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan literasi bahasa Inggris untuk anak-anak harus dioptimalkan dengan melibatkan orang tua.

"Sebagai bahasa asing, literasi bahasa Inggris memerlukan keterlibatan orang tua dalam proses pengenalan dan pengembangan kepada anak-anaknya. Ada empat alasan mengapa keterlibatan orang tua sangat penting bagi pembelajaran bahasa Inggris," kata Yohana pada The 2nd Global Conference on Teaching Assesment and Learning in Education di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Selasa (6/8).

Pertama, keputusan untuk memasukkan bahasa asing ke dalam kurikulum sekolah berasal dari kebutuhan nyata orang tua dan masyarakat. Kedua, anak adalah pelajar pemula sehingga keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di rumah sangat penting. Ketiga, bahasa Inggris adalah mata pelajaran tambahan sehingga dalam proses belajarnya harus menarik dan bermakna. Keempat, belajar bahasa Inggris harus didukung dengan sumber belajar yang tepat, salah satunya adalah orang tua.

Menteri Yohana juga sepakat bahwa orang tua harus terus mendampingi anak-anaknya ketika menggunakan teknologi, terutama media sosial. Literasi online merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian bagi Kemen PPPA. Kemen PPPA telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui program internet aman untuk anak.

Di era globalisasi ini, kompetensi global yang meliputi melek teknologi informasi, matematika, sains, dan bahasa internasional semakin dibutuhkan. Berdasarkan hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2015, dari 72 negara, Indonesia berada di peringkat 64 di bidang Matematika, 65 di bidang Sains, dan 66 pada membaca (OECD, 2016). PISA menguji keterampilan melek huruf generasi muda di seluruh dunia untuk melihat seberapa siap mereka menghadapi situasi kehidupan di masa depan.

baca juga: Siswa SMP 6 Aesesa Harus Menimba Air Saat Di Sekolah

Pada sesi dialog, salah satu peserta dari Universitas Pendidikan Ganesha, Wira mengatakan bahwa selain literasi bahasa asing, anak-anak  juga perlu diberi pemahaman terkait literasi teknologi atau sosial media. Apalagi orang tua yang jauh dari jangkauan anak-anaknya dan kerap kali berpikiran negatif ketika anak-anaknya menggunakan media sosial. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya