Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PANTAUAN satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP menemukan adanya 12 sebaran titik panas di tiga kabupaten di wilayah Provinsi Bangka Belitung, Selasa (6/8). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang terdapat 12 sebaran titik panas di Babel.
"Pantauan Satelit dari LAPAN yang di publiskan BMKG ada 12 titik panas atau hotspot di daerah kita," kata Mikron, Selasa (6/8).
Ke-12 titik panas tersebut, menurut Mikron berada di tiga Kabupaten yakni, Bangka, Bangka Selatan (Basel) dan Bangka Tengah (Bateng). Dengan rincian lanjutnya di Bangka 7 titik panas di Kecamatan Bakam dan Belinyu masing-masing 1 titik. Sedangkan 5 titik lagi berada di Kecamatan Puding Besar.
"Kalau di Bangka ini tingkat akurasi terendahnya 44% dan tertinggi 100%," ujarnya.
baca juga: Tahun Ini Flores Timur Daratan 100% Teraliri Listrik
Sedangkan di Bangka Selatan, ada 4 titik panas yaitu satu titik di Kecamatan Air Gegas, dan tiga titik di Kecamatan Simpang Rimba, dengan tingkat akurasi terendah 62% dan tertinggi 100%. Sedangkan di Bangka Tengah ditemukan titik panas Kecamatan Sungai Selan. (OL-3)
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
MANGGALA Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Sumatra
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved