Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDUGA akibat stres dan umur yang relatif tua, Gajah Karina yang berumur sekitar 50 tahun tewas pascatersadar dari pengaruh bius saat hendak dilepasliarkan di kawasan Hutan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) di wilayah Kabupaten Sarolangun oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.
Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Karina tewas pada Senin (29/7), setelah berhasil ditranslokasi dari hutan Kejasung Tabir, Kabupaten Tebo, ke lokasi baru di dalam konsesi PT REKI, kawasan restorasi ekosistem di wilayah Kabupaten Sarolangun.
Dari laporan tim yang melibatkan dokter hewan dan ahli gajah dari Taman Nasional Way Kambas Lampung, Rahmad menduga penyebab kuat kematian Karina lantaran kelelahan dan stres selama pemindahan yang memakan waktu sekitar 11 jam.
Rahmad meyakinkan tim yang bertugas sudah berpengalaman dalam pemindahan satwa.
"Sudah berpuluhkali dan tim sangat hati-hati," ujar Rahmad menjawab pertanyaan adanya faktor human error kepada wartawan, Jumat (2/8).
Baca juga: Gajah Latih BBKSDA Terus Giring Kawanan Gajah Liar ke Tesso Nilo
Gajah Karina yang terpantau BKSDA sudah sepuluh tahun terpisah dari kelompoknya di kawasan hutan Tebo mulai ditranslokasi pada Sabtu (27/7) pekan lalu dan sampai ke lokasi PT REKI, Minggu (28/7).
Usai diturunkan dari truk dan digiring dengan menggunakan gajah latih, gajah Karina masih dapat berjalan. Sampai di titik pelepasan di areal konsesi PT REKI, petugas langsung memasang GPS Collar serta diberi antibius untuk memulihkan kesadaran.
Tidak lama setelah itu, gajah Karina terjatuh dan selanjutnya dilakukan penanganan medis oleh tim. Kemudian pada Senin (29/7) sekira pukul 03.00 WIB, gajah Karina dinyatakan mati.
Menurut catatan BSKDA Jambi, populasi gajah di Jambi saat ini diperkirakan sekitar 120 ekor tersebar di sejumlah kawasan dan kelompok, antara lain kelompok gajah yang menempati Kawasan Taman Nasional Bukit 30, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Kawasan areal Konservasi PT REKI.(OL-5)
Selaras informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 di Jambi diperkirakan secara bertahap akan muncul pada bulan April.
Tradisi injak bumi atau turun tanah adalah kebiasaan turun temurun usai salat Idul Fitri untuk mendoakan dan mengenalkan langkah awal bayi.
Sebanyak 13 unit rumah toko di kawasan pasar setempat hangus dilalap api pada Jumat (13/3) dini hari.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.
KEPOLISIAN Daerah Jambi berhasil mengagalkan perjalanan ribuan liter minyak solar bersubsidi asal Sumatra Barat.
KEPOLISIAN Daerah Jambi menyelidiki belasan ton bahan bakar minyak (BBM) diduga ilegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved