Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kota Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap Pekat

Rudi Kurniawansyah
28/7/2019 12:39
Kota Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap Pekat
Keterangan Foto:Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau pada Minggu (28/7), kembali menyelimuti Kota Pekanbaru.(MI/Rudy Kurniawansyah)

Kabut asap yang bersumber kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau, Minggu (28/7), kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Meski cukup pekat, kabut asap tidak terlalu menimbulkan bau menyengat seperti pada Kamis (24/7) lalu.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kabut asap hasil pembakaran lahan sudah tampak sejak Sabtu (27/7) malam. Asap cukup pekat pada pandangan mata terlihat pada Minggu (28/7) pagi dengan kondisi langit biru dan awan terselimuti kabut putih.

Adapun bau asap tidak terlalu terasa saat tidak beraktivitas namun ketika berkendaraan sepeda motor bau sisa-sisa
pembakaran lahan itu sudah mulai menyengat hidung dan menyesakkan dada.

"Saya harus pakai masker karena tidak tahan bau kabut asap kalau naik motor. Sehari sebelumnya, kabut asap ini sempat hampir hilang dan saat ini kembali datang," ungkap Rika warga Jalan Nenas Pekanbaru, Minggu (28/7).

Kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru diduga berasal dari Karhutla di sejumlah kabupaten. Saat ini kebakaran hebat sedang terjadi di Kabupaten Siak seluas 35 hektare (ha) dan Pelalawan seluas 5 ha. Sedangkan Karhutla di Kota Pekanbaru seluas 15 ha dan Kabupaten Kampar seluas 5 ha sudah berhasil dikendalikan tim pemadam.

Komandan Manggala Agni Daops Siak Ihsan Abdillah mengatakan Karhutla seluas 30 ha terjadi di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Kebakaran menghanguskan sebagian lahan PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) yang bertekstur tanah gambut dengan pepohonan kelapa sawit dan semak belukar. Perusahaan sawit PT WSSI pada 2016 silam tercatat sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus Karhutla Riau.

"Pemadaman dilaksanakan pada satu tempat menggunakan mesin Max 3 sebanyak 2 unit. Upaya pemadaman dilakukan penyekatan antara yang sudah terbakar dan yang belum terbakar supaya api tidak menjalar dan meluas," jelas Ihsan,
Minggu (27/7).

Dia menjelaskan, jenis kebakaran pada lahan gambut terjadi di areal permukaan dan bawah tanah. Sebanyak puluhan petugas gabungan dari unsur Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD Siak, BPBD Riau, petugas pemadam PT WSSI, dan tim kantor kecamatan, masih bertukus lumus melakukan upaya pemadaman di lokasi.

Selain itu, upaya pemadaman Karhutla seluas 5 ha juga dilakukan di Kecamatan Dayun. Kebakaran di lokasi ini merupakan areal lahan masyarakat yang berdekatan dengan instalasi aliran pipa minyak bumi milik Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan PT Pertamina Hulu.

Sementara kebakaran di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan Riau terjadi berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Arah angin yang saat ini bertiup dari selatan ke utara diperkirakan bisa membawa asap
Karhutla di lokasi itu ke wilayah Kota Pekanbaru.(OL-09)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya