Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPID) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mencatat terjadinya peningkatan kasus kekerasan pada anak di wilayah itu. Saat ini ada 47 kasus kekerasan aank yang ditangani oleh KPID Kabupaten Tasikmalaya. Dari jumlah itu 40% nya adalah kasus kekerasan seksual.
Ketua KPID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan angka itu mengalami peningkatan dibandingkan kasus pada 2018. Penyebab munculnya kekerasan pada anak disebabkan perekonomian, kondisi lingkungan dan berpendidikan rendah.
"Dalam waktu enam bulan saja, sudah hampir menyamai jumlah kasus tahun lalu. Tahun lalu ada 48 kasus selama 2018. Pemerintah yang memiliki anggaran utamanya jarang sekali melakukan upaya terutamanya menyosialisasikan terkait perlindungan anak, kekerasan, agama dan perekonomian. Karena, kekerasan seksual pada anak hampir selalu terjadi setiap tahun sekitar 30% kekerasan seksual, 13% kekerasan fisik, 12% anak hilang dan 7% hak asuh anak," kata Ato di Tasikmalaya, Kamis (25/7).
Ato mengatakan, kekerasan seksual tersebut hampir selalu mendominasi dan dilakukan oleh orang sekitarntya terutama keluarga dan tetangga.
dalam keluarga dan kondisi lingkungan turut memengaruhi.
baca juga: Ada Potensi Kecurangan, Sistem JKN Perlu Diatur Lebih Rinci
"Banyaknya kekerasan anak disebabkan dari cara mengasuhnya tidak lagi sesuai dengan kondisi anak. Pemahaman orang tua kadang tertinggal jauh dengan kondisi dan tidak lagi sinkron. Pemerintahan harus berperan secara aktif dan terus melakukan sosialisasi supaya menekan terjadi kekerasan seksual pada anak," ujarnya.
Ato mengungkapkan, faktor eksternal ikut memengaruhinya. Lingkungan lemah melakukan pengawasan terutama menghadapi cepatnya perkembangan media sosial. (OL-3)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved