Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bali Wayan Koster terus mengkritisi Permendikbud Nomor 51 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kritisi ini sudah dilontarkannya berkali-kali. Ia menilai pelaksanaan PPBD mencederai sistem pendidikan di Indonesia karena setiap wilayah di Indonesia kondisinya tidak sama.
"Saya akan membuat peraturan sendiri soal PPDB di Bali. Peraturan itu saya pastikan tidak akan bertentangan dengan peraturan di atasnya baik UU Sisdiknas maupun Permendikbud. Kita hanya ingin mengatur agar pendidikan itu menjadi lebih baik," ujarnya di Denpasar, Kamis (18/7).
Koster menyebut ada beberapa kelemahan utama dalam PPDB kali ini. Beberapa di antaranya, kuota zonasi terlalu besar, sehingga mengabaikan anak-anak yang berprestasi baik secara akademis maupun non akademis.
Sistem zonasi juga merugikan siswa beberapa kecamatan di Bali yang kebetulan di kecamatan yang bersangkutan tidak memiliki SMA dan SMK. Mereka seharusnya bisa memilih beberapa sekolah di kota terdekat. Namun zonasinya berada di luar jarak tertentu maka mereka tidak dapat memilihnya. Akhirnya semuanya menumpuk di sekolah terdekat di sana.
Gubernur Koster juga menyampaikan permintaan maafnya terhadap penyelenggaraan PPDB yang menurutnya tidak ideal. “Tahun depan saya akan menerbitkan Peraturan Gubernur tersendiri, tidak akan sepenuhnya mengikuti peraturan menteri,” kata mantan wakil rakyat yang membidangi pendidikan ini.
Ia menilai peraturan menteri telah menimbulkan masalah. Menurutnya tidak saja mengorbankan hak pelayanan kepada peserta didik tapi juga mengganggu sistem penyelenggaran pendidikan secara keseluruhan dalam konteks membangun mutu pendidikan.
“Saya baru melihat ada aturan yang rekrutmen siswanya hanya menggunakan zonasi tanpa mempertimbangkan nilai para siswa,” ujarnya sembari berharap agar hal serupa tak terulang kembali tahun depan. (OL/OL-10)
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved