Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA malam ini, Sabtu (13/7) titik api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terlihat di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan kali ini melanda Desa Mudakeputu, Kecamatan Ile Mandiri.
Dari pantauan di lokasi, ratusan tanaman perkebunan seperti Jambu mente, Kelapa dan Pisang mati akibat hangus terbakar. Karhutla ini sudah terjadi sejak sore dan terus berlanjut hingga malam hari ini karena angin keras yang menyebabkan api terus meluas.
Pemilik lahan yang menjadi korban dari karhutla ini, Klara Hadung Weking saat ditemui di lokasi, mengakui sangat terpukul karena semua tanaman yang ada di dalam lahan tersebut hangus terbakar.
"Saya syok karena saat datang api sudah merambat dan membakar habis tanaman saya. Ada jambu mente, pisang dan kelapa semuanya mati karena terbakar, tidak tahu sumber apinya darimana. Saya dan warga sudah berusaha memadamkan api, tapi tidak sanggup lagi pak, karena api cepat sekali meluas," cerita Klara yang terlihat cukup kelelahan usai berusaha memadamkan api.
Dirinya berharap pemerintah bisa segera turun membantu mengatasi kejadian ini karena desa mereka tidak memiliki alat pemadam yang memadai.
"Tolonglah pemerintah datang dan lihat kondisi kami ini. Tanaman saya semuanya mati. Mau padamkan dengan cara apalagi, semoga pemerintah bisa secepatnya datang untuk membantu memadamkan api, karena api ini terus meluas," ungkap Klara.
Baca juga: Cegah Karhutla di Riau, KLHK Perkuat Sinergi
Sementara dari penuturan sejumlah warga, kebakaran ini cukup menggangu warga yang melintasi lokasi ini karena lahan tersebut berada di pinggir jalan, sehingga menyebabkan polusi akibat kepulan asap.
Sebelumnya dilaporkan pula kejadian karhutla yang sudah berlangsung selama 4 hari hingga hari ini Sabtu (13/7), juga terjadi di wilayah Pulau Solor, Kecamatan Solor TImur, namun hingga kini belum ada upaya pemadaman.
Sejumlah titik api mulai terpantau meluas di beberapa wilayah Flotim ini, yaitu di wilayah Tanjung Bunga, Pulau Solor dan sebagian Pulau Adonara, sehingga sekitar ratusan hektare lahan terdampak kebakaran. Warga sangat berharap respon cepat dari pemerintah karena terkesan lamban dalam mengatasi kejadian ini. (A-4)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved