Senin 08 Juli 2019, 07:44 WIB

Pascagempa, Warga Ternate Kembali ke Rumah

Antara | Nusantara
Pascagempa, Warga Ternate Kembali ke Rumah

AFP/STR
Warga berkumpul di depan rumah mereka setelah terjadi gempa berkekuatan 7 pada Skala Richter di Ternate, Maluku Utara.

 

WARGA Ternate yang pada Senin (8/7) dini hari mengungsi akibat gempa berkekuatan 7 pada Skala Richter yang berpotensi tsunami di daerah itu dan sejumlah wilayah lainnya di Maluku Utara, Senin (8/7) pagi, mulai kembali ke rumah masing-masing.    

"Tadi malam sesaat setelah setelah terjadi gempa yang terasa sangat kuat dan mendapat informasi bahwa berpotensi menimbulkan tsunami, saya dan seluruh anggota keluarga segera bergegas mengungsi ke daerah ketinggian di Kelurahan Tabahawa," kata salah seorang warga Ternate, Lutfi, di Ternate, Senin (8/7).    

Lutfi yang rumahnya berada di Soa-Sio, salah satu kelurahan di Pantai Ternate bersama warga pesisir lainnya yang pada Senin (8/7) dini hari mengungsi, sebenarnya sudah mengetahui sejam setelah gempa bahwa peringatan tsunami dari BMKG dicabut. Akan tetapi, mereka memutuskan kembali ke rumah pada Senin (8/7) pagi agar tidak diliputi kekhawatiran pascabencana itu.    

Warga Ternate lainnya, Rusmin, mengaku setelah terjadinya gempa lalu ia menyuruh anggota keluarganya untuk mengungsi ke daerah ketinggian, sedangkan dirinya tetap bertahan di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencurian yang biasa terjadi jika ada kepanikan masyarakat.    

Baca juga: Maluku Utara dan Sulut Diguncang Gempa

Warga Ternate tidak mengalami kesulitan mengungsi jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami, seperti Senin (8/7) dini hari, karena daerah ketinggian di Ternate relatif dekat dari pesisir.   

Selain itu, mereka sudah mendapat sosialisasi dari berbagai pihak mengenai langkah yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami.   

Dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate diperoleh keterangan bahwa sejauh ini belum diperoleh laporan dari masyarakat, baik yang di Pulau Ternate maupun tiga pulau lainnya di Kota Ternate, mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa 7 SR itu.    

Namun, BPBD terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk seluruh lurah di Kota Ternate, serta menurunkan tim ke berbagai wilayah untuk memastikan kondisi terakhir pascagempa yang melanda daerah itu dan wilayah lainnya di Malut, Senin (8/7) dini hari.    

Kepala BMKG Ternate Kustoro Hariyatmoko menyebutkan gempa yang semula tercatat 7,1 SR, kemudian dikoreksi menjadi 7,0 SR berpusat di Laut Maluku, tepatnya di 0,50 Lintang Utara dan 126,17 Bujur Timur atau 136 kilometer barat daya Ternate pada kedalaman 10 kilometer.  

Gempa yang disebabkan pergeseran lempeng mayau itu dirasakan di sejumlah wilayah di Malut, seperti Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halamhera Barat dengan kekuatan 4 MMI serta Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai dengan kekuatan 3 MMI.    

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut dengan wilayah yang berpotensi terdampak tsunami adalah sejumlah wilayah di Malut dan Sulawesi Utara. Namun, sejam kemudian peringatan dini itu dicabut. (OL-2)

Baca Juga

Ist

Kunjungi Desa Wisata Pandanrejo, Sandiaga Berdialog dengan Peternak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:49 WIB
Terkait dengan ADWI 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno melakukan kunjungan ke sejumlah desa...
MI/Yusuf

Menko Perekonomian: Jelang Ajang Superbike, Akselerasi Vaksinasi di NTB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:11 WIB
NTB berada pada Level Asesmen 1 PPKM, yang mana Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah masih pada Level Asesmen...
Antara

3 Hari Dibuka, Penerbangan Internasional Bali Masih Sepi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 13:00 WIB
hingga hari ini, Minggu (16/10), Bali masih sepi dari jadwal kedatangan para pelancong yang ingin berwisata di destinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya