Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Curva Nord 1955, salah satu kelompok suporter PSPS Pekanbaru, Dolly Sandavid, diadukan ke Direskrimum Polda Riau atas kasus dugaan penghinaan terhadap Gubernur Riau Syamsuar.
Laporan ke polisi itu buntut dari sorakan dan yel-yel yang diteriakkan ratusan suporter dengan menyamakan Gubernur Riau dengan sebutan binatang pada laga perdana PSPS versus PSMS Medan, Sabtu (22/6) lalu.
Pada pertandingan itu juga terjadi kericuhan disertai pembakaran yang dilakukan oleh para suporter sehingga menyebabkan laga sempat terhenti sementara. Namun pertandingan tetap berlanjut dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan PSMS Medan.
"Pengaduan kami ialah dugaan tindak pidana penghinaan terhadap Gubernur Riau. Ucapan penghinaan diduga dilakukan Dolly Sandavid sebagai pimpinan suporter Curva Nord 1955," ungkap Kasubag Ligitasi Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Dharma, di Pekanbaru, Selasa (25/6).
Baca juga: Riau Ingatkan Sistem Zonasi PPDB tidak Dibatasi Wilayah
Dalam berkas aduannya, Biro Hukum Pemprov Riau juga melampirkan alat bukti berupa tautan video yang sudah tersebar pada sosial media YouTube. Alat bukti itu untuk pemenuhan Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.
Terkait adanya permintaan maaf dari pihak yang diadukan yaitu Dolly Sandavid pada pertemuan bersama perwakilan suporter PSPS dengan Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution, pada Senin (24/6) lalu, menurut Yan, hal tersebut bergantung dari sikap Gubernur Riau Syamsuar nantinya.
Sebelumnya pada Senin (24/4) sore, ribuan suporter PSPS juga melakukan aksi unjukrasa menuntut Gubernur melakukan upaya nyata untuk menyelamatkan klub sepak bola kebanggaan Riau itu. Pasalnya, telah terjadi pengunduran diri pengurus inti ditambah lagu isu klub bola tersebut akan dijual kepada pihak luar. (OL-1)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved