Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA siswa dari mulai SD, SMP dan SMA di Tasikmalaya banyak mengeluhkan sistem zonasi yang telah dilakukannya tahun 2019. Pasalnya, pelajar berprestasi tersebut tak bisa masuk sekolah unggulan dan terpaksa harus menempuh sesuai zonasi lainnya.
"Banyak orangtua siswa mengeluhkan karena prestasi yang dimiliki anaknya selama masuk dari mulai kelas 1, tidak bisa ke sekolah unggulan. Sedangkan, siswa yang tidak memiliki prestasi dan kecerdasan secara langsung memenuhi sekolah unggulan karena lebih dekat dengan jarak rumah ke sekolahnya," kata Imas, 45, warga Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya, Kamis (20/6).
Baca juga: Anak-Anak Nonton Sex Live Dapat Pendampingan
Imas mengatakan, sistem zonasi pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sudah membingungkan para orangtua siswa lantaran harus memilih sekolah lain sesuai lokasi rumahnya.
"Kami yakin dan dipastikan semua sekolah tak transparan dalam PPDB ini. Apalagi, selama ini masih banyak orangtua menitipkan anaknya melalui rekomendasi pejabat, dewan dan LSM. Karena, pada PPDB sebelumnya juga mereka bisa meloloskan anaknya dengan memberikan uang yang cukup besar sesuai sekolah yang di sukainya," ujar, seorang orangtua siswa, Malik, 50, warga Singaparna. (OL-6)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved