Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/6). Kedatangan mereka untuk meminta bantuan pendampingan terhadap anak-anak di bawah umur yang telah dirusak oleh pasangan suami istri yang melakukan adegan seks bisa ditonton bebas.
Pasangan suami istri berinisial EK, 25 dan LI, 24 menggelar adegan seks yang bisa dilihat anak-anak, dengan membayar Rp5000 ditambah kopi, rokok dan mi instan.
"Kami meminta bantuan KPAID untuk mendampingi anak-anak untuk memulihkan fsikisnya sekaligus melaporkan pelaku yang telah meracuni anak-anak di kampung dengan adegan seks live ini. Ada enam anak yang menonton adegan seksl live ini. Mereka sengaja mempertontonkan kepada anak sekolah dasar," kata Miftah Farid, tokoh agama Kecamatan Kadipaten.
Kasus ini terjadi saat Ramadan, dan pengakuan itu terungkap setelah anak-anak ini menceritakan telah menonton adegan seks secara langsung di dalam kamar kepada orangtua masing-masing. Pasangan suami istri itu kini menjadi tersangka. "Anak-anak harus membayar Rp5000 dan menyetor rokok, kopi hingga mi instan," tambahnya.
Ketua Komisi KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengakui kasus itu bisa berefek buruk terhadap anak-anak. Sebab keenam anak ini berusaha mempraktekkan adegan mesum yang yang pernah dilihat mereka terhadap balita, masih tetangganya," kata Ato.
baca juga: Sambut HUT DKI, Besok, Tiket Masuk Ancol Gratis
Namun upaya keenam anak ini berhasil dicegah. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak akan terus memulihkan gangguan psikologis keenam anak tersebut.
"Kami akan memberikan trauma healing pada enam orang korban anak di bawah umur, agar tindakan yang dilakukannya tersebut itu bisa membantu untuk mengurangi hingga menghilangkan gangguan psikologis. Terutama yang sedang dialaminya dan tentunya itu jalan alternatif supaya mereka bisa cepat sembuh," lanjut Ato. (OL-3)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved