Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Alor, Nusa Tenggara Timur sudah menahan Nakhoda Kapal Motor (KM) Nusa Kenari II, Piterson Plaituka yang tenggelam di perairan Tanjung, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/6).
Turut ditahan tiga anak buah kapal (ABK) kapal nahas tersebut yakni Yupiter Mokola, Loku Malaikosa, dan Epenetus Plaikari.
"Mereka diamankan di polres sambil proses pemberkasan," kata Kapolres Alor Ajun Komisaris Besar (AKBP) Patar Silalahi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (16/6) sore.
Baca juga : KM Nusa Kenari II Kelebihan Muatan dan tidak Kantongi Izin Layar
Sedangkan penyidikan kecelakaan kapal tersebut ditangani Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda NTT yang dijadwalkan baru tiba di Alor pada Senin.
Dia menyebutkan nakhoda dan ABK dianggap lalai karena tidak melapor ke Syahbandar saat meninggalkan pelabuhan. Kapal tersebut kemudian tenggelam karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang sekitar 20 mil dari pelabuhan.
Musibah itu mengakibatkan tiga penumpang meninggal dan empat penumpang hilang. Sedangkan 48 penumpang termasuk nakhoda dan ABK selamat.
"Selain angin dan gelombang, pelampung di kapal tidak memadai dan kerusakan pompa isap sehingga air yang masuk ke kapal tidak bisa dikeluarkan," ujarnya. (OL-8)
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
Polres Belu ungkap kronologi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Atambua, NTT.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved