Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HELIKOPTER Super Puma H 3213 milik TNI-AU dari skuadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar akan ikut bergabung dengan tim SAR Palu melakukan pencarian terhadap bangkai KM Lintas Timur di perairan Sulawesi Tengah. Kepala Kanto SAR Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Basrano, di Palu, Jumat (7/6) mengatakan, pencarian terhadap bangkai KM Lintas Timur atas permintaan bantuan SAR Palu yang dikoordinasikan dengan Kantor SAR Makassar.
"Helikopter Super Puma sudah tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu dan akan bertolak ke Luwuk untuk persiapan pencarian kapal tenggelam," kata Basrano.
Dia menjelaskan, Super Puma H 3213 diberangkatkan dari Lanud Hasanuddin menjuju Bandara Mutiara Palu dengan waktu tempuh dua jam 24 menit. Setelah dari Palu, helikopter milik TNI-AU itu melanjutkan penerbangan ke Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk dengan waktu tempuh satu jam 30 menit.
"Setelah berkoordinasi dengan Pos SAR Luwuk, helikopter Super Puma langsung mengudara menyisir perairan Kabupaten Banggai dan sekitarnya mencari bangkai kapal beserta awak KM Lintas Timur yang masih hilang," kata Basrano.
Dia menambahkan, Super Puma mengangkut tujuh personel TNI-AU dan tiga personel Phaskas serta dua personel Basarnas, mereka langsung bergabung dengan tim SAR yang lebih awal sudah melakukan pencarian melalui jalur laut didukung dengan satu unit KM SAR Bhisma milik Basarnas Palu.
Pada operasi SAR, Kamis (6/6) satu unit pesawat intai Boeng 737.200 milik TNI-AU juga terlibat dalam misi pencarian bangkai KM Lintas Timur di perairan bagian Timur Sulawesi Tengah.
"Upaya ini dilakukan guna optimasilasi operasi SAR awak KM Lintas Timur yang belum ditemukan sebanyak 17 orang. Satu orang selamat dan sedang menjalani perawatan medis di Luwuk," terangnya.
baca juga: Sekitar Satu Juta Orang Keluar Dari Jakarta Hingga Hari H Lebaran
KM Lintas Timur milik PT Citra Baru Adi Nusantara tenggelam di selat Taliabo, Provinsi Maluku Utara, mengangkut 3.000 ton semen berlayar dari Pelabuhan Bitung, Manado, Sulawesi Utara menuju Morowali, Sulawesi Tengah, dengan awak kapal berjumlah 18 orang dinahkodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 14.00 WITA. Meski begitu, pencarian juga dilakukan di perairan Kabupaten Banggai dan sekitarnya. (OL-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved