Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BPBD Kabupaten Bantul Siaga Kekeringan

Agus Utantoro
26/5/2019 13:15
BPBD Kabupaten Bantul Siaga Kekeringan
Seorang petani memegang selang air yang terpasang dari pompa genset untuk dialirkan ke sawahnya di Imogiri, Bantul, Yogyakarta(Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan inventarisasi dusun-dusun yang dimungkinkan mengalami kekurangan air bersih atau kekeringan pada saat Lebaran ini.

Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, Minggu (26/5), mengatakan melalui inventarisasi ini akan memudahkan pelaksanaan dropping air bersih kepada warga yang memerlukan air bersih.

"Harapannya, jangan sampai nanti saat Lebaran ada masyarakat yang mengalami kesilitan air bersih untuk keperluan sehari-hari," jelasnya.

Menurut dia, saat ini, sudah ada dua desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Wijirejo di Kecamatan Pandak dan Desa Segoroyoso di Kecamatan Pleret.

Dikatakannya, saat ini, BPBD Kabupaten Bantul sudah menerima  permintaan air bersih dari Desa Segoroyoso dan dari Desa Wijirejo.

Baca juga: 53 Desa Terpapar Abu Vulkanis Gunung Agung

Namun, permintaan itu masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan rumah ibadah. Jika rumah tangga juga memerlukan, jelasnya, BPBD akan segera melakukan pengiriman air bersih.

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul Aka Luk Luk menambahkan, BPBD Kabupaten Bantul pada masa Lebaran ini  mengoptimalkan kesiapsiagaan petugas Pemadam Kebakaran.

Menurut dia, optimalisasi itu karena selama masa Lebaran ini potensi terjadinya kebakaran juga meningkat. Selain karena aktivitas juga karena  musim kemarau.

Layanan angkutan sampah Sleman

Di tempat terpisah, Kepala UPT Pelayanan Persampahan Kabupaten Sleman Sri Restuti Nurul Hidayah, Sabtu (25/5), mengatakan pengangkutan sampah pada masa Lebaran, akan libur selama tiga hari.

Pengangkutan, ujarnya, akan kembali dilakukan pada H+3 Lebaran. Dikatakan, Lebaran biasanya terjadi peningkatan volume sampah sehingga saat awal pengangkutan pada H+3 dipastikan juga akan sangat banyak.

"Biasanya pada H+1 dan H+2 produksi sampah rumah tangga cukup tinggi," ujarnya.

Disebutkan, meski pada masa Lebaran banyak perantau yang meninggalkan Sleman, di lain sisi banyak pemudik yang masuk Sleman, sehingga secara akumulatif tidak terjadi pengurangan produksi sampah.

Di Sleman, rata-rata sampah keluarga mencapai 0,67 kg hingga 0,70 kg per  hari per orang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya