Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

PUPR Upayakan Jembatan EMAS Babel Bisa Dilalui Saat Lebaran

Rendy Ferdiansyah
21/5/2019 16:00
PUPR Upayakan Jembatan EMAS Babel Bisa Dilalui Saat Lebaran
jembatan Eko Maulana Ali Suroso( MI/RENDY FERDIANSYAH)

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya agar jembatan Eko Maulana Ali Suroso (EMAS) dapat dilintasi masyarakat saat lebaran. Hingga saat ini, jembatan yang menjadi ikon provinsi tersebut belum dioperasionalkan karena masih dalam proses perbaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Babel Noviar Ishak menargetkan jembatan sudah bisa dilintasi untuk lalu lintas darat mulai pekan depan.

"Waktu itu pondasinya rusak, sudah selesai diperbaiki empat-empatnya, padahal yang rusak hanya satu, tinggal tunggu masalah perpipaan hidrolik ini karena kemarin ada yang putus," kata Noviar, Selasa (21/5).

Pihaknya menargetkan jelang lebaran jembatan ini bisa dilalui untuk memperpendek jarak yang menghubungkan Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka.

Baca juga: Rp30 Miliar Disiapkan untuk Pembangunan Jembatan CSW

Terkait sistem buka tutup jembatan agar tak mengganggu lalu lintas kapal tergantung pada pasang surut air laut. Ke depan, pihaknya juga akan membatasi buka tutup jembatan ini sebagai upaya pemeliharaan.

"Kalau seandainya surut kita buka. Target kami kerja dengan SOP, paling tidak dua kali sehari jangan lebih dari itu. Memang kita juga harus memikirkan suplai bahan pokok, tapi kalau udah benar enggak
masalah. KSOP kan mintanya buka terus, enggak bisa juga kan masyarakat juga butuh percepatan akses," sebutnya.

Noviar menegaskan jembatan yang dibangun dengan anggaran multiyears ini tidak hanya digunakan sebagai ikon semata. Tetapi harus betul-betul difungsikan.

"Target kami minggu ini selesai, sebelum cuti bersama ini sudah harus bisa dilalui," tambahnya.

"Hidroliknya udah oke, tinggal aksesoris," tukasnya.

Noviar menyebut masyarakat membutuhkan percepatan, karena jembatan dibangun untuk digunakan bukan sebagai ikon semata.

"Untuk perbaikan masih cukup dari anggaran operasional dan perawatan sekitar Rp2 miliar, tahun lalu hanya terpakai Rp1,7 miliar," pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya