Selasa 07 Mei 2019, 06:20 WIB

Pemprov NTT Tolak Wisata Halal di Wilayahnya

mediaindonesia | Nusantara
 Pemprov NTT Tolak Wisata Halal di Wilayahnya

MI/PALCE
Josef Nae Soi , Wakil Gubernur NTT

 

WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menegaskan, ia dan Gubernur Viktor Laiskodat akan mengusir orang luar yang membawa label halal ke wilayahnya. Langkah itu merupakan bagian kebijakan pemerintah daerah untuk melindungi usaha warganya yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

"Orang pusat kalau mau datang ke NTT harus melalui gubernur atau wakil gubernur, kalau tidak, kami akan usir," tegas Josef kepada wartawan di Kupang, kemarin.

Josef mengatakan, hal itu terkait dengan munculnya wacana wisata halal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Wacana tersebut dilontarkan Kementerian Pariwisata, Badan Otorita Pariwisata (BOP), dan sejumlah dinas di Manggarai Barat pada 30 April 2019.

Josef minta orang luar NTT jangan membuat dikotomi halal dan haram di daerahnya. "Ajudan saya saja beragama muslim dan tidak ada masalah. Dia ke rumah saya, kami siapkan makanan khusus buatnya, tapi tidak tertulis halal maupun haram. Ini tentu akan menyinggung perasaaan sehingga tidak usah," kata Josef.

Menurut Josef, di Indonesia ada toleransi dogmatis yang mana keyakinan pribadi tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun. Begitu berhadapan dengan orang lain, lahirlah apa yang dinamakan toleransi sivilius.

Label tersebut, menurut Josef, bakal merusak toleransi di NTT. Padahal suasana kehidupan di NTT sudah serasi, seimbang, dan selaras. "Sederhana saja. Kalau halal, berarti ada haram. Jangan bikin dikotomi yang enggak-enggak di NTT ini," tegasnya.

Sikap Pemprov NTT didukung Keuskupan Ruteng Manggarai Flores NTT. Pihak gereja menolak keras wacana pariwisata halal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, oleh BOP. Pernyataan Gereja Keuskupan Ruteng itu diterima Media Indonesia di Labuan Bajo, Senin (6/5) melalui surat keuskupan Ruteng bernomor Nr.:174/I.1//V/ 2019, perihal penolakan wisata halal di Labuan Bajo, Flores, NTT. Surat tersebut di tujukan ke Direktur BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina. Dengan tembusan ke Kementerian Pariwisata di Jakarta, Gubernur NTT, dan Bupati Manggarai Barat. Label halal menurut Keuskupan Roteng, tidak menghormati kebinekaan yang menjadi roh dasar negara, Pancasila. (PO/JL/N-2)

Baca Juga

dok.ist

Di HUT RI Ke-77, Srikandi Jatim Tancapkan Merah Putih di Dasar Laut Gili Ketapang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 07:56 WIB
RELAWAN Srikandi Ganjar Jawa Timur punya cara unik dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 Republik...
Dok pribadi

UMKM Nahdliyin Siap Bangkit dan Bertumbuh

👤Media Indonesia 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:55 WIB
KRISIS ekonomi global akibat pandemi covid-19 mengakibatkan kegiatan bisnis domistik mengalami keruntuhan yang...
MI/BAYU ANGGORO

Brigjen TNI Achmad Fauzi Kunjungi 15 Veteran Pejuang Kemerdekaan di Bandung

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:35 WIB
Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad itu mengajak seluruh bangsa tidak melupakan jasa para pahlawan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya