Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Komipo Bantu Koperasi Sri Kandi Besarkan Kopi Lampung

Mediaindonesia.com
19/4/2019 19:10
Komipo Bantu Koperasi Sri Kandi Besarkan Kopi Lampung
Komipo melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Produsen Sri Kandi Maju di Kabupaten Tanggamus, Lampung(Ist)

PERUSAHAAN tenaga listrik asal Korea Selatan, Korea Midland Power (Komipo), melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Produsen Sri Kandi Maju di Kabupaten Tanggamus, Lampung, awal bulan ini.

Penandatangan MoU ini diikuti Ketua Koperasi Sri Kandi Maju, Sri Wahyuni, dan Presiden Direktur Komipo, Beck Namhee, yang turut disaksikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Tanggamus, Zulfadli, serta Presiden Direktur Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra), Kim Byung-sam.

Dinas Koperasi Pemprov Lampung dan organisasi nirlaba seperti Rumah Kolaborasi dan WWF di Lampung juga mendukung dan berpartisipasi dalam acara ini.

Komipo merupakan perusahaan tenaga listrik yang memiliki banyak pembangkit listrik di Indonesia, yakni dua pembangkit di Cirebon, satu di Wampu, satu di Jepara, dan satu di Tanggamus.

Komipo ingin membagikan keuntungannya tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan masyarakat di sekitar bisnisnya, salah satunya Koperasi Sri Kandi yang dipilih untuk didukung. Koperasi Sri Kandi ialah koperasi perempuan yang memproduksi kopi di Tanggamus.

 

Baca juga:  Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Fluktuatif di Klaten

 

"Proyek OVOP adalah New Southern Policy dari Pemerintah Korea Selatan yang baru dalam mengupayakan kerja sama win win solution," ucap Kim Byung-sam lewat keterangan tertulis, Jumat (18/4).

Menurutnya, program tersebut bisa membawa keuntungan lebih bagi para pengusaha di Indonesia. Apalagi pada 2013, Presiden Indonesia dan Presiden Korea Selatan mengadopsi deklarasi para pemimpin bersama untuk memperluas kerja sama bilateral.

Penandatanganan MoU antara Komipo dan Koperasi Sri Kandi adalah salah satu dari fase kedua Program OVOP yang didukung oleh Kotra dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM).

Pada 2013, Presiden Indonesia dan Presiden Korsel mengadopsi deklarasi para pemimpin bersama untuk memperluas kerja sama bilateral. Berdasarkan deklarasi tersebut, Kotra dan Kemenkop-UKM membuat MoU yang bertujuan mendukung koperasi program OVOP di Indonesia.

Kotra membujuk perusahaan Korea untuk bekerja sama dalam rangka mendukung Program OVOP. Tahap pertama OVOP diadakan pada 2015 hingga 2018, mendukung dua koperasi di Lombok, satu koperasi di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya