Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Gubernur Jabar Lantik Dua Kepala Daerah Hasil Pilkada 2018

Eriez M Rizal
20/4/2019 17:15
Gubernur Jabar Lantik Dua Kepala Daerah Hasil Pilkada 2018
Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor serta Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, Sabtu (20/4).( (Dok Humas Jabar))

SETELAH tertunda dua pekan karena pelaksanaan Pemilihan Umum serentak 2019, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim, serta Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Yana D Putra, sebagai kepala daerah periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/4).

Kedua kepala daerah hasil Pilkada 2018 tersebut semula akan dilantik pada 7 April lalu, tetapi Kementerian Dalam Negeri meminta untuk diundur setelah pelaksanaan pemilu.

"Sesuai arahan Kemendagri kita mohon maaf dulu karena dundur dari 7 April ke sekarang dengan pertimbangan datang dari pusat, saya hanya meneruskan," kata Ridwan.

Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Kang Emil itu meminta kepala daerah agar rajin komunikasi dengan provinsi, gubernur agar sinkronisasi pembangunan di Ciamis dan Kota Bogor bisa melesat dengan cepat.

"Tentunya nasihat saya tidak berubah, menjaga integritas pimpinan dengan keteladanan dan juga asn. Kedua melayani, turun tangan, yang ketiganya profesional," ucap dia.

Di sisi lain dengan tensi suasana setelah Pemilihan Umum Presiden yang belum mereda, Emil meminta kedua kepala daerah tersebut menjaga kondusivitas wilayah masing-masing terutama pada minggu-minggu ini.

"(Kedua kepala daerah) agar menyikapi pemilu presiden dan legislatif disikapi dengan cara yang bijaksana dan lebih baik. Yang pertama, jaga ketenangan, kurangi statement-statement atau posting-an-posting-an yang kurang produktif dan membuat suasana tidak kondusif," ujarnya.

Yang kedua, dia berharap warga menyadari semua keputusan untuk diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum. Hasil akhirnya itu yang nanti bisa menjadi acuan.

"Dan damai dan tenangnya diharapkan hadir dan diberi contoh oleh Ciamis dan tentunya Bogor," kata dia.


Baca juga: Bawaslu Banyumas Proses Ketua PPS karena Buka Kotak Suara


Sementara itu, terkait dengan program provinsi di Kota Bogor, Kang Emil mengatakan dalam waktu dekat Bogor banyak program-program sustainable development. Salah satunya sebagai pusat pengolahan plastik yang nantinya ada di Kota Bogor yang studinya berasal dari hibah salah satu pengolahan plastik dari Inggris.

Sedangkan di Ciamis bakal ada program pengembangan pusat budaya yang menjadi hibah dari provinsi.

"Insya Allah menyukseskan dan pada akhirnya berakumulasi pada keberhasilan," tutur dia.

Terpisah, Bima mengatakan, tugas pertama dia dan wakilnya akan jahit silaturahim dan komunikasi lagi merekatkan hubungan dengan semua pihak di Bogor yang tensinya sempat naik selama Pilpres.

"Langkah pertama bangun kebersamaan dengan Bogor," kata dia.

Lebih jauh, pihaknya ingin menjadikan Bogor sebagai kota yang layak dan ramah untuk keluarga. Soal tranportasi diakui dia belum maksimal seperti menggantikan angkot dengan Trans Pakuan. Selain itu, beberapa titik kemacetan jadi prioritas utama.

"Soal program 100 hari, kami tidak ada program itu bagi kita Bogor harus terus berlari, setiap hari lari," ujar dia.

Soal plastik jadi BBM, tambah dia, itu sudah disupport oleh gubernur jadi program percontohan. Saat ini, pihaknya tengah mencari lokasinya. Pihaknya memiliki lahan Galuga yang akan bisa digunakan tahun depan karena Bogor akan menggunakan TPPAS Lulut Nambo.

Di sisi lain, pihaknya pun telah menerbitkan perwal pembatasan plastik di supermarket maupun minimarket sejak 1 Desember 2018. Ditargetkan pada dua tahun kedepan di pasar tradisional pun sudah mengikutinya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat menolak memberikan keterangan usai pelantikan. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya