Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus mengingatkan masyarakat dan nelayan di pesisir pantai selatan mewaspadai potensi-potensi gelombang tinggi. Pasalnya, sampai saat ini kondisi cuaca masih cenderung ekstrem.
"Selalu kami ingatkan melalui radiogram kepada para camat di wilayah selatan agar waspadai dengan potensi gelombang tinggi," kata Sekretaris
BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, Rabu (17/4).
Sejauh ini, kata Sugeng, berdasarkan laporan tinggi gelombang di pesisir pantai selatan Cianjur di kisaran 2-3 meter. Ketinggiannya masih terbilang normal.
"Tidak terjadi gelombang tinggi. Tapi waspada harus," tegas Sugeng.
Pesisir pantai selatan Cianjur terbentang sepanjang hampir 75 kilometer. Panjangnya terbentang dari Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Sindangbarang, dan Kecamatan Cidaun.
"Kami juga selalu update informasi terkini dari BMKG. Ini sebagai bentuk jaga-jaga mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi," ucapnya.
Jumlah nelayan di pesisir pantai selatan Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 2.362 orang. Kebanyakan dari mereka merupakan nelayan tradisional yang mencari ikan dengan perahu di bawah 5 gross tonage (GT).
"Kalau nelayan itu pekerjaannya tergantung cuaca. Kalau sedang musim angin barat, mayoritas mereka tidak melaut karena kondisi cuaca tak
memungkinkan," jelas Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Rossabardina.
Potensi andalan hasil tangkapan di pesisir pantai selatan Cianjur masih didominasi ikan layur dan udang lobster. Karakteristik perairan laut pantai selatan Cianjur yang banyak tumbuh karang menjadi pemicu cukup banyaknya ikan layur dan udang lobster. (OL-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved