Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Melukis Dua Wajah Capres Demi Pemilu Damai

Depi Gunawan
11/4/2019 16:30
Melukis Dua Wajah Capres Demi Pemilu Damai
Ilustrasi(MI/Adam)

MENDEKATI hari Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April, seorang warga menyuarakan kehebohan pemilu dengan cara yang tak biasa. Ia membuat karya yang bertujuan menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang aman, damai serta menurunkan tensi politik jelang pilpres.

Sambil duduk di lantai teras rumah, pria bernama Aep Wahyudin, 39, menggoreskan pensil di atas selembar kertas putih. Tak lama, goresan pensilnya mulai membentuk menyerupai dua sosok wajah yang kini tengah ramai diperbincangkan, yakni Calon Presiden (capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Aep bercerita ide membuat sketsa wajah dua sosok ini berawal dari maraknya pemberitaan pilpres yang makin memanas. Hal ini membuatnya merasa prihatin dan perlu cara mendinginkan suasana.

"Suhu politik makin memanas. Melalui sketsa ini, saya ingin menyampaikan pesan pentingnya menjaga persatuan dan menjauhkan pertikaian akibat perbedaan politik," kata Aep, Kamis (11/4).

Baca juga: Gaet Milenial, Capres-Cawapres Harus Bisa Tawarkan Solusi

Menurut warga Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini, ekspresi pesan damai dalam pemilu bisa disampaikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggambar dua wajah capres yang saling berjabat tangan, diibaratkan sebagai simbol persatuan.

"Lagi iseng membuat sketsa wajah orang lain, tiba-tiba saya nonton televisi dan melihat dua kubu capres saling debat. Akhirnya kepikiran, gimana kalau saya buat sketsa wajah Jokowi dan Prabowo yang sedang berjabat tangan," ungkapnya.

Aep menyatakan, dirinya sudah memiliki bakat menggambar sejak SD. Namun semakin dewasa, bakatnya lebih terasah dan nyaman saat membuat sketsa wajah. Hingga kini, ia sudah menggambar puluhan sketsa wajah.

"Saya pernah membuat sketsa wajah Gubernur Jabar Ridwan Kamil serta tokoh-tokoh lainnya," tuturnya.

Menurut dia, untuk menggambar sketsa capres butuh waktu sekitar 2 jam. Waktu pembuatan sketsa wajah bergantung tingkat kerumitan objek yang digambar. Selain sketsa wajah, berbagai jenis gambar juga sering dibuatnya, mulai dari pemandangan, lukisan tembok dan lain-lain.

Meski sederhana dan mungkin tidak akan dilirik oleh tim dari kedua capres, Aep berharap ke depannya tercipta pesta demokrasi yang damai, tenteram hingga akhir perhelatan pilpres. Selain itu, yang terpenting adalah terpilih pemimpin amanah bagi semua rakyat Indonesia.

"Keutuhan bangsa lebih penting dibanding berseteru hanya karena perbedaan pilihan. Karena siapa pun presiden yang terpilih, itulah pemimpin yang terbaik bagi bangsa ini," jelasnya.(OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya