Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tokoh Masyarakat Kalbar Khawatir Kampanye 02 Koyak Kerukunan

Mediaindonesia.com
07/4/2019 18:00
Tokoh Masyarakat Kalbar Khawatir Kampanye 02 Koyak Kerukunan
Sejumlah tokoh masyarakat Kalbar silaturahim dengan konsolidator relawan KH Ma(Ist)

SEJUMLAH tokoh masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku kecewa dengan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02. Pasalnya, pada kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4) pagi, Prabowo-Sandi tidak mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.

Kekecewaan para tokoh masyarakat di Pontianak itu diungkapkan dalam silaturahim para tokoh bersama putra KH Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi, di Hotel Mercure, Pontianak, Minggu.

"Kampanye akbar kubu 02 di Senayan hari ini, berpotensi memecah belah kerukunan antaretnis dan umat beragama, terutama di Kalimantan Barat," tandas Sekretaris Jenderal Majelis Dayak Nasional, Yakobus Kumis.

"Semua tahu Kalbar warganya sangat majemuk. Bahkan, sangat rawan terjadi konflik. Jangan sampai konflik mengerikan kembali terjadi," sambung Yakobus.

Lebih lanjut Yakobus mengungkapkan, pasca konflik horizontal beberapa tahun silam, seluruh tokoh masyarakat sepakat menjaga kerukunan. Hasilnya, saat ini warga Kalbar hidup harmonis.

"Capek-capek kami membangun kerukunan. Jangan sampai terkoyak oleh cara kubu 02 yang berkampanye seperti itu," tuturnya.

Penyataan Yakobus diamini Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pontianak, Farukhi. Menurutnya, kampanye kubu 02 hanya menyimbolkan satu golongan saja.

 

Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Deklarasi Pendukung Jokowi di Lampung Selatan


"Ya, kami anggap kubu 02 menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan. Ini sangat berbahaya dan berpotensi merusak kebinekaan," tuturnya.

Karenanya, Farukhi berharap kampanye kubu 01 mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia. Misalnya, massa yang hadir menggunakan pakai adat dari masing-masing daerah.

"Dan yang terpenting, Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin menyampaikan program-program untuk menjadikan Indonesia, lebih maju," harapnya.

Sementara itu, Gus Syauqi--sapaan Ahmad Syauqi--mengatakan, selama ini paslon petahana sudah mencerminkan sebagai pemimpin bangsa Indonesia yang majemuk.

"Pak Jokowi dan Abah (sebutan untuk Kiai Ma'ruf) diterima oleh mayoritas masyarakat. Itu sebagai bukti bahwa Pak Jokowi dan Abah pemimpin ideal buat bangsa Indonesia," tuturnya.

"Dan kebetulan, pada Pilpres ini, Pak Jokowi dan Abah mendapat nomor urut 01. Angka itu bisa sebagai simbol persatuan bangsa," tambah Ketua Dewan Pembina Konsolidator Relawan Kiai Ma'ruf yang menamakan diri Master C19 Portal KMA ini.

Bukan hanya tokoh masyarakat yang menganggap kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK menarasikan politik identitas, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga kecewa dengan narasi kampanye paslon 02.

Menurut SBY, kampanye akbar yang dihadiri ratusan ribu orang itu tidak inklusif. Oleh karenanya, SBY meminta anak buahnya agar memberi masukan bahwa bangsa Indonesia sangat majemuk. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya