Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Hadiri Yogya Nyawiji Nderek Kyai, Ma'ruf Ajak Warga Jaga NKRI

MICOM
29/3/2019 07:45
Hadiri Yogya Nyawiji Nderek Kyai, Ma'ruf Ajak Warga Jaga NKRI
KH Ma(Ist)

SEBELUM meninggalkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (KMA) menghadiri acara 'Yogya Nyawiji Nderek Kyai', Kamis (28/3) malam.

Pada acara yang dihadiri puluhan ribu pecinta salawat pimpinan Gus Ali Shodiqin atau akrab disapa Gus Ali Gondrong itu, Kiai Ma'ruf mengajak jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelumnya, Kiai Ma'ruf tampak khidmat ikut bersalawat bersama Gus Ali. Turut hadir Dewan Pembina Master C19 Portal KMA Ahmad Syauqi yang juga putra KMA.

"Ini kita kehadiran guru kita. Malam ini Nga-Yogyakarta ngawiji nderek kiai (Jogja bersatu ikut kiai) untuk NKRI, Jos, Jos," ujar Gus Ali saat mengajak pecinta salawat di Lapangan Tempel, Sleman, Yogyakarta, Kamis.

Gus Ali mengatakan, sudah saatnya ulama menjajaki pemerintahan. Ia juga mengajak masyarakat Sleman untuk mendoakan Ma'ruf untuk kemenangan pada Pilpres 2019.

Sementara itu, Ma'ruf Amin mengaku senang ikut bersalawat bersama warga Sleman. Di hadapan warga, dia berdoa agar negara Indonesia selalu dijaga oleh Allah.

 

Baca juga: Kamis Malam, Ma'ruf Amin Tuntaskan Safari di Jateng dan DIY

 

"Malam ini saya sangat berbahagia karena saya ikut bershalawat bersama Gus Ali. Mudah-mudahan kita dapat berkahnya dan kita bertekad untuk menjaga NKRI, karena NKRI bagi kita adalah harga mati. NKRI tidak boleh bubar, punah," ujar Ma'ruf.

Menurut dia, sejak dulu Nahdlatul Ulama sudah menjaga dan memperjuangkan bangsa dan negara. Sehingga NKRI sudah menjadi sebuah kesepakatan.

"Kita (NU) sejak dulu memperjuangkan, menjaga dan mengawal NKRI. Dalam lagu kita lagukan Yalal Waton sejak sebelum merdeka untuk menyatakan Indonesia negeriku. NKRI sudah final, sudah menjadi kesepakatan," tutupnya.

"Selama 70 tahun resolusi jihad dilupakan sampai kemudian 23 November 2016 ditetapkan oleh Pak Jokowi sebagai hari santri nasional," ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.

Lebih lanjut Kiai Ma'ruf mengatakan, melestarikan salawat sama secara tidak langsung menjaga NKRI. Sebab, salawat merupakan tradisi NU yang selama ini konsisten menjaga NKRI.

"Semoga tradisi salawat terus terjaga di Nusantara. Karena ini bagian dari menjaga NKRI," pungkas KMA seraya meminta doa agar saat hadir di acara mafia salawat nanti sudah berstatus Wakil Presiden (Wapres). (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya