Jumat 29 Maret 2019, 19:07 WIB

Musrenbang ala Milenial di Banyuwangi

Gaudensius Suhardi | Nusantara
Musrenbang ala Milenial di Banyuwangi

Istimewa
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Hackathon Pintar 1.0, Jumat (29/3).

 

PEMERINTAH Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkolaborasi dengan startup teknologi ritel Warung Pintar menggelar ajang Hackathon Pintar 1.0, Jumat (29/3) hingga Sabtu (30/3).

Sebanyak 150 orang pengembang teknologi ambil bagian dalam kompetisi untuk mencari solusi dan mengakselerasi kinerja UMKM dan pariwisata di Banyuwangi tersebut.

"Hackathon ini kalau di pemerintahan semacam Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Ini Musrenbang gaya baru. Kita ajak anak-anak muda urun solusi lewat teknologi, apa sih yang mereka tawarkan dan rencanakan untuk meningkatkan kinerja pariwisata dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM)," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Anas, ajang ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif. Di era saat ini, tak bisa lagi pemerintah daerah merasa sok pintar. Maka yang harus dilakukan kolaborasi.

"Kita akan bikin hackathon seri berikutnya. Sekarang UMKM dan pariwisata, nanti ada Hackathon Pelayanan Publik, mencari ide segar layanan warga. Juga bikin Hackathon Anggaran Publik untuk mencari terobosan pengelolaan APBD yang makin akuntabel," jelasnya.

Dalam dunia teknologi, hackathon adalah ajang pengembangan teknologi untuk tujuan tertentu. Di ajang Hackathon Banyuwangi ini, para pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berkolaborasi, mulai pemrogram komputer, desainer grafis, hingga desainer antarmuka, untuk menciptakan teknologi bagi pengembangan UMKM dan wisata.

Anas mengatakan, 150 peserta itu tergabung dalam 50 tim. "Kami pilih tiga pemenang yang menawarkan solusi paling tepat untuk UMKM dan pariwisata. Hadiahnya Rp30 juta," imbuhnya.

Baca juga: Penuhi Janji Politik, 15 Kepala Daerah Terima Penghargaan

Ajang ini disambut antusias para milenial pengembang teknologi dari berbagai daerah. Seperti Surabaya, Bali, Jember, Banten, Malang, Bandung, dan Balikpapan.

Salah satunya Putu Gery Wahyu dari Bandung. "Selain untuk menuangkan ide-ide, kami ikut hackathon ini untuk travelling. Kebetulan Banyuwangi lagi jadi buah bibir wisata, makanya ke sini sekalian ingin mengeksplorasi destinasi wisatanya," ujar mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Gery bersama dua rekannya membuat aplikasi bernama Jelajah Banyu yang menawarkan kemudahan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Banyuwangi.

"Misalnya, saat wisatawan klik Pantai Bangsring Underwater, muncul fasilitas apa saja yang bisa dinikmati, mulai diving, snorkeling, hingga melihat baby hiu. Sehingga tidak perlu bingung bertanya lagi," terang Gery.

Chief Technology Officer Warung Pintar Sofian Hadiwijaya menambahkan, peserta kompetisi merupakan tim pilihan yang proposal karyanya telah diseleksi terlebih dahulu.

“Dari 88 tim yang mendaftar, kita hanya pilih 50 tim terbaik untuk ikut ajang ini. Selanjutnya, saat hackathon berlangsung, mereka diberi waktu 24 jam untuk merealisasikan idenya. Juri akan melihat orisinalitas ide, konsep, dan manfaatnya kepada masyarakat Banyuwangi," jelasnya. (RO/X-15)

Baca Juga

Antara

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Melonjak

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:25 WIB
Didi menyatakan dari 10 orang tambahan positif hari ini, dua orang di antaranya baru datang dari...
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Gema Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Diberhentikan

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:10 WIB
Arteria Dahlan telah mengingkari fakta bahwa banyak orang Sunda berperan dalam pembangunan...
Antara

Vaksinasi Anak di Sukabumi Capai 62 Persen

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:49 WIB
Pada hari ini saja, jumlah pelajar sekolah dasar yang mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 7.774...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya