Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Di Kaltim, Kiai Ma'ruf Ajak Warga Jaga Keutuhan Bangsa

Micom
21/3/2019 12:05
Di Kaltim, Kiai Ma'ruf Ajak Warga Jaga Keutuhan Bangsa
(ist)

CALON Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan silahturahim dengan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (21/3) pagi. Silahturahim itu dihadiri para tokoh lintas agama serta ratusan relawan untuk mendukung pasangan nomor urut 01. 

Kiai Ma'ruf hadir didampingi istrinya, Nyai Hj Wury Estu Handayani, yang langsung disambut para relawan. Kegiatan itu merupakan rangkaian safari politik pertama di Balikpapan Kalimantan Timur, dan sore ini  dilanjutkan ke Banjarmasin. 

Kiai Ma'ruf menuturkan, dirinya bersama pasangannya Joko Widodo ingin membuat Indonesia, sehat, produktif, dan berakhlak mulia. Menurutnya, pada saat ini pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah membuat landasan kebijakan untuk pembangunan bangsa, karena itu pada periode ke depan landasan yang sudah dibuat akan diperbesar dan disempurnakan lagi.

"Baru periode berikutnya kita naikkan lagi, kita maksimalkan lagi. Intinya menambah, memperbesar, melakukan penyempurnaan terhadap manfaat yang sudah diberikan," tuturnya.

Kiai M'aruf mengatakan, jika dirinya dan Jokowi terpilih pada Pemilihan Umum Presiden 2019, pembangunan bangsa tidak dimulai dari nol atau awal. Tetapi, pembangunan, khususnya di bidang sumber daya manusia (SDM), akan dilanjutkan.

"Semua pembangunan akan dilanjutkan, pada periode berikutnya dengan ditingkatkan," katanya. 


Baca juga: Kiai Ma'ruf: Rugi Jika tak Pilih Jokowi


Ketua Majelis Ulama Indonesia itu juga menambahkan, dirinya mengajak semua untuk bisa mendukung agar meneruskan dan mempersiapkan. Melakukan konsolidasi dan serangan yang tepat, dengan menyakinkan orang dari rumah ke rumah.

"Mewariskan sesuatu yang bernilai untuk generasi yang akan datang," tambahnya.

Lanjut Kiai Ma'ruf, banyak orang ingin melakukan gerakan radikal, bahkan menggunakan politik sebagai sebagai kendaraan untuk memecah belah bangsa. Padahal, negara yang sudah kondusif, sehingga lahir NKRI, ini akan dirusak dan diganti dengan yang lain.

"Tanpa keutuhan bangsa kita tidak bisa membangun, contohnya Afghanistan padahal negara yang kaya karena perang selama 40 tahun jadi miskin," tegasnya. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya