Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang merendam areal persawahan di dua kecamatan di Banyumas, Jawa Tengah, belum surut. Sehingga ada kekhawatiran puso jika banjir tidak segera surut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas Imam Pamungkas mengatakan banjir yang terjadi di Sumpiuh meliputi Kelurahan Sumpiuh 156 hektare (ha), Selandaka 60 ha, Nusadadi 170 ha, dan Karanggedang 50 ha dengan total 436 ha.
Sedangkan di Kecamatan Tambak, banjir merendam areal persawahan seluas 140 ha meliputi Desa Plangkapan 34 ha, Gumelar Kidul 13 ha, Karangpetir 76 ha dan Karangpucung 17 ha.
"Sehari sebelumnya ketinggian banjir yang merendam sawah mencapai 50-100 cm. Memang agak surut tetapi belum signifikan, karena surutnya baru 20 cm," jelas Imam, Selasa (19/3).
Baca juga: Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Titik di DIY
Imam mengatakan areal sawah yang terendam masih ditanami padi dengan umur antara 30-80 hari.
"Para petani khawatir, kalau tidak segera surut, bisa membuat puso tanaman padi. Namun berdasarkan perkiraan yang aman adalah padi yang telah berumur di atas 75 hari. Mudah-mudahan banjir segera dapat surut dan intensitas hujan tidak setinggi sebelumnya," imbuhnya.
Banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Angin di Sumpiuh tersebut sudah ditangani secara darurat. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, apalagi kalau hujan deras turun. Tim dari DPU siap untuk turun tangan kalau tanggul kembali jebol.(OL-5)
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved