Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI Angkatan Laut (AL) mengirim marinir ke dua pulau terluar di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.
Dua pulau terluar itu ialah Pulau Ndana di selatan Pulau Rote berbatasan dengan Australia dan Pulau Batek di perairan antara Kabupaten Kupang dan Distrik Oekusi, Timor Leste.
Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang Brigjen Sayful Rahman menyebutkan puluhan marinir tersebut berasal dari Batalyon Infanteri (Yonif) 2 Marinir menjalankan tugas selama enam bulan mulai bertugas Maret-September 2019.
Pasukan ini bergabung dengan Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY yang juga ditugaskan di dua pulau tersebut. Dua pasukan ini sudah dikirim ke Ndana dan Batek lewat upacara di Markas Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII Kupang sejak Selasa (5/3).
"Tugas ini adalah kehormatan karena tidak semua prajurit TNI mendapatkan kepercayaan untuk menjaga pulau terluar dan perlu diketahui NTT memiliki banyak pulau terluar, akan tetapi baru dua pulau tersebut yang dilakukan pengamanan oleh prajurit TNI," kata Sayful, Kamis (7/3).
Baca juga: Kementerian PU-Pera Tingkatkan Konektivitas di Pulau Terluar
Brigjen Sayful mengatakan keberhasilan TNI dalam menjalankan tugas, khususnya pengamaman pulau terluar dilandasi dengan pengabdian, loyalitas yang tinggi dan jiwa korsa serta adanya dukungan dari masyarakat di sekitar pulau-pulau tersebut.
Upacara pelepasan pasukan dihadiri Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Brigjen (Mar) Kasirun Situmorang, serta jajaran pimpinan TNI di Nusa Tenggara Timur antara lain dari Brigadir Infanteri 21 Komodo dan Pangkalan TNI Angkatan Udara El Tari, dan jajaran Korem 161 Wirasakti Kupang.(OL-5)
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved